Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2016

Bupati Sumbawa Buka Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa

Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2016 kembali digelar, agenda adat Tana Samawa yang digelar tiap 5 (lima) tahunan ini diselenggarakan sebagai forum konsolidasi organisasi dan pertemuan para tokoh adat, budaya dan agama Tau Samawa untuk memperkuat kembali ukhuwah serta memusyawarahkan berbagai aspek yang berkaitan dengan budaya, tradisi, kebudayaan, tatanan kehidupan Tau Samawa kini dan dimasa yang akan datang dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sambutan Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril sekaligus
membuka Mudzakara Rea LATS 2016 secara resmi.
Bupati Sumbawa didampingi Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril turut hadir pada malam pembukaan Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa yang diselenggarakan di Istana Dalam Loka Sumbawa Besar. Bertempat di aula Lunyuk Agung, Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc dihadapan Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan seluruh peserta mudzakara menyampaikan sambutan selaku pemerintah sekaligus membuka acara Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa 1438 H / 2016 M.
Dalam sambutannya Bupati Husni menyatakan bahwa sebagai penyelenggara otonomi daerah, kami mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, keutuhan negara kesatuan republik indonesia, serta melestarikan nilai sosial budaya. Untuk itu, selaku Kepala Daerah kami mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya di Tana Samawa ini. Upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi adat budaya di tana samawa merupakan bagian dari langkah untuk memelihara ketahanan budaya bangsa sebagai pilar dari ketahanan nasional. seiring dengan semangat tersebut Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) memiliki potensi besar untuk berperanserta dalam pengembangan dan pelestarian adat budaya di Tana Samawa baik sebagai potensi pembangunan kepariwisataan secara umum.
Bupati Sumbawa bersama ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril
didampingi Kadisporabudpar Sumbawa H. Junaidi memasuki
Aula Lunyuk Agung
Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa.  “Sebagai pimpinan daerah, saya menyambut baik dengan segala takzim atas terselenggaranya mudzakara rea ini. Kami yakin, mudzakara ini bukan hanya sekedar media diskusi dan argumentasi, tapi melalui mudzakara ini diharapkan mampu mengembangkan sebuah lembaga adat yang kompeten, adaptable, dan mempunyai semangat baru untuk melangkah lebih akseleratif kolaburatif dalam mewujudkan berbagai program kerja organisasi sekaligus sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam memacu pembangunan lima tahun ke depan” demikian disampaikan Bupati Sumbawa.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Selanjutnya Haji Husni menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Sumbawa telah memproyeksikan diri sebagai bagian keanggotaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang dibina oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI. Insyaallah dengan dukungan dan doa kita bersama, pada bulan April 2017 mendatang rencananya kabupaten sumbawa akan di deklarasikan sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Bali. “Menyongsong dideklarasikannya Kabupaten Sumbawa sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia ini, tentu kita harus mulai berbenah diri. menggali histori tradisi, menggali cagar budaya dan cagar alam dengan segala sejarahnya, melestarikan bahkan mengembangkannya harus kita laksanakan secara terpadu dan berkesinambungan” demikian Bupati Sumbawa seraya berharap sinergi dan dukungan dari Lembaga Adat Tana Samawa untuk seiring sejalan membangun masyarakat, budaya, tradisi guna mewujudkan masyarakat Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat.
Bupati Sumbawa bersama Kurator Kemenpar / Budayawan
Nusantara Taufiq Rahzein

Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, Budayawan Nusantara asal Sumbawa Taufiq Rahzen, para sesepuh adat dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, para pengurus LATS Kecamatan, para pimpinan SKPD, Camat, serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Samawa dari berbagai kota di Indonesia. Rencananya Mudzakara Rea ini akan berlangsung sampai tanggal 18 Desember 2016. Pembukaan Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa ditutup dengan sajian atraksi Tarian dari Kabupaten Sumbawa Barat dan persembahan Sakeco dari Kabupaten Sumbawa (humas)

Kamis, 15 Desember 2016

Festival Rantok 1001 Deneng, Tradisi Agraris Masyarakat Sumbawa

Rantok dan Deneng merupakan simbul masyarakat agraris, sehingga fungsinyapun dijadikan sebagai pertanda untuk mengumpulkan masyarakat pedesaan, dan dijadikan simbul kosmos ketika terjadi gerhana bulan, tabuhan rantok bertalu-lalu adalah pesan untuk menghormati alam dan lingkungan, rantok dibuat dari kayu dan deneng di buat dengan bambu, kayu dan bambu harus dilestarikan secara berkesinambungan, sebagai pemenuhan kebutuhan kebudayaan dan tradisi masyarakat sumbawa secara keseluruhan.
Pemukulan "Rantok" dengan "deneng" oleh Sekda Sumbawa
dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa menandai Festival Rantok 1001 Deneng
Masyarakat Kecamatan Maronge sebagai bagian dari masyarakat agraris Sumbawa menyelenggarakan Festival Rantok 1001 Deneng yang dihajadkan bukan hanya sebagai sebuah tradisi namun juga sebagai peringatan dan kesyukuran hari ulang tahun terbentuknya Kecamatan Maronge. Festival rakyat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi mewakili Bupati Sumbawa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa H. Ilham Mustami, S.Ag, Kepala Disporabudpar Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si, Camat Maronge Lukmanuddin, S,Sos serta pejabat pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan pemangku adat di Kecamatan Maronge dan sekitarnya, Kamis (15/12)
Sambutan tertulis Bupati Sumbawa dibacakan oleh
Sekda Kab. Sumbawa Drs. H. Rasyidi
Dalam sambutan tertulis Bupati Sumbawa yang dibacakan Sekda Sumbawa Drs. H. Rasyidi menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Maronge atas terselenggaranya Festival 1001 Rantok-Deneng sebagai upaya mempererat semangat kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat yang nantinya akan menunjang suksesnya program pembangunan dalam berbagai bidang di Kabupaten Sumbawa khususnya di Kecamatan Maronge.
“Kegiatan Festival Rantok 1001 Deneng sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam mempertahankan tradisi budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi. Kita menyadari betapa pentingnya memelihara nilai-nilai luhur budaya kita dalam rangka memperkokoh jati diri kita sebagai Tau Samawa bagian dari masyarakat Nusantara” demikian disampaikan oleh Sekda.

Selanjutnya Sekda Rasyidi mengatakan bahwa visi pembangunan lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan sumbawa yang hebat dan bermartabat, maka kultur sosial budaya masyarakat kita harus terus dipelihara dimana hal tersebut akan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan daerah melalui pendekatan kearifan lokal. 
Karena kata hebat dan bermartabat sangat dekat sekali dengan kultur atau budaya, manusia yang hebat dan bermartabat adalah manusia yang memiliki kompetensi yang baik dan berkarakter. Karakter itu ada, kalau kita punya jati diri, dengan kata lain berbudaya. 
“Untuk itu, Saya berharap penyelenggaraan event ini bisa benar-benar menjadi milik masyarakat sehingga timbul kecintaan terhadap seni dan budaya Samawa, dan pada akhirnya memberi dampak positif bagi peningkatan karakter masyarakat Sumbawa yang akan mendukung pembangunan daerah, bangsa dan Negara tercinta ini” demikian Sekda H. Rasyidi. 

Pemukuan Rantok dengan 1001 Deneng oleh masyarakat
Maronge secara bersama-sama membetuk alunan khas


Penyelenggaraan Festival Rantok  1001 Deneng ditandai dengan pemukulan rantok dengan deneng oleh Sekda Sumbawa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, pengurus LATS Sumbawa, Camat Maronge yang diikuti oleh seluruh peserta dan masyarakat yang hadir sehingga menghasilkan alunan suara rantok yang khas.(humas)

Jumat, 02 Desember 2016

RATUSAN WISMAN KUNJUNGI SUMBAWA


Wisman mengunjungi Istana Dalam Loka
Bertepatan dengan hari aksi super damai 212 sebuah Kapal Pesiar Mewah “The World” yang membawa ratusan wisatawan mancanegara merapat di Badas Sumbawa Besar. Merapatnya Kapal Pesiar ini sebelumnya telah diberitakan oleh salah satu travel agent wisata terkemuka di Kabupaten Sumbawa. Sehingga kedatangan para wisman ini benar-benar dimanfaatkan oleh dinas pariwisata setempat. Kedatangan Kapal Pesiar ini hanya bisa parkir diperairan dan tidak merapat dipelabuhan Badas. Kapal mewah yang memilki 7 tingkat diatas permukaan laut dan 5 lantai dibawah permukaan laut ini terlalu besar untuk merapat di Pelabuhan Badas. Namun demikian sekoci kapal pesiar ini kemudian menurunkan penumpang yang telah mendaftar untuk mengunjungi beberapa spot wisata di sekitar kota Sumbawa Besar.
Wisman mengunjungi Bala Kuning
Kepala Dinas Porabudpar Kab. Sumbawa yang diwakili Sekretaris Dinas Nurhinsyah, SIP, M.Si bersama jajaranya. Pincun sapaan keren Sekdis yang baik hati ini menyampaikan bahwa “Fokus kedatangan para wisatawan mancanegara yang melakukan paket perjalanan khususnya di Kabupaten Sumbawa adalah cagar budaya atau Sumbawa Heritage”.  Di beberapa obyek wisata budaya yang dikunjungi oleh para wisman, para staf dinas pariwisata menyampaikan pamphlet, Sumbawa travel guide book dan semacamnya sebagai upaya direct promosi kepada wisatawan.   Lebih lanjut disampaikan oleh Pincun bahwa  travel tour terkemuka seperti PT. Tambora Duta Wisata mengarahkan ke berbagai heritage yang paling mudah aksesbilitasnya di dalam kota Sumbawa Besar, yaitu Bala Kuning, Dalam Loka maupun desa wisata Pamulung”.  Kedepan ini tentu akan menjadi bagian yang urgen untuk melakukan pengembangan kepariwisataan baik obyek, masyarakat, travel agent, pelaku wisata, kelompok kreatif baik pariwisata yang bertumpu pada budaya, alam, permainan dan sebagainya.
Kapal Pesiar "The World" di perairan Badas

Sekitar 180an wisman yang turun ke Sumbawa yang berkunjung ke Bala Kuning, Dalam Loka dan Pamulung selama kurang lebih 4 jam menyampaikan kesan yang sangat memuaskan.  Akhirnya sekitar pukul 14.00 Wita “The World” yang terbanyak didominasi wisman AS (110), UK (23), Australia (20), Canada (16) meninggalkan perairan Badas menuju ke destinatinasi selanjutnya. 

Kamis, 01 Desember 2016

“FESTIVAL PESONA MOYO BAGIAN KALENDER EVENT PROMOSI WISATA NTB 2017”

Ir. H. Junaidi, M.Si (Kepala Dinas
Pemuda Olahraga Kebudayaan
dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa)
Dalam rangka terus mengembangkan dan mengakselerasi kepariwisataan di Nusa Tenggara Barat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTB menyelenggakan Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi tingkat Provinsi NTB guna membahas Kalender Event  Promosi Pariwisata NTB Tahun 2017 di Hotel Grand Palace, Mataram (24/11). Hadir pada pertemuan tersebut antara lain para pelaku pariwisata di NTB,  dinas pariwisata se Nusa Tenggara Barat serta pejabat dari Kementerian Pariwisata RI.
Kepala Disporabudpar Kabupaten Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si menjelaskan bahwa dalam pertemuan strategis tersebut bukan hanya membahas kalender event 2017, juga menjadi wahana membangun jejaring promosi wisata di Nusa Tengggara Barat maupun di Indonesia.
“Kami dari Kabupaten Sumbawa juga menyampaikan beberapa program ke depan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang tentang potensi, peluang dan tantangan pengembangan pariwisata Sumbawa sebagai bagian dari kepariwisataan NTB” demikian disampaikan H. Jun samaan akrab pejabat yang murah senyum ini.
Desain Kalender Event Promosi Pariwisata NTB 2017
Dalam rancangan Kalender Event  Promosi Pariwisata NTB Tahun 2017 tertuang “Festival Pesona Moyo” sebagai bagian dari agenda besar kepariwisataan NTB. “Pada dasarnya Kabupaten Sumbawa tetap mempertahankan branding Festival Moyo sebagai icon promosi wisata Kabupaten Sumbawa sebagaimana arahan Bapak Bupati Sumbawa, namun demikian saran dari kementerian dan Disbudpar NTB kemudian ditambahkan kata “Pesona” sebagai frasa yang mensinergikan program kementerian, provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia” tambah H. Jun.
Festival Pesona Moyo 2017 dalam desain
Kalender Event Promosi Pariwisata NTB 2017


Namun demikian, Provinsi masih akan menerima masukan maupun desain program dari masing-masing Kabupaten/Kota se-NTB sebelum dilaksanakan launching di Kementerian Pariwisata yang rencananya akan dilaksanakan sekitar minggu ke-3 atau ke-4 Bulan Desember 2016 ini. “Apakah kita akan memakai branding Festival Pesona Moyo, Pesona Festival Moyo, Pesona Festival Moyo Sumbawa atau yang lainnya tentunya akan kami laporkan lebih lanjut kepada bapak Bupati serta akan dibahas bersama-sama dengan pihak terkait sebelum dan akan segera kami laporkan kepada Gubernur NTB sebelum agenda launching dilaksanakan”.  Dalam rancangan Kalender Event  Promosi Pariwisata NTB Tahun 2017 “Festival Pesona Moyo” secara factual telah tercatat di Kementerian Pariwisata sebagai event yang paling lama di NTB dengan durasi 23 hari dari tanggal 23 September sampai dengan 16 Oktober setiap tahunnya.(ran)

Minggu, 23 Oktober 2016

"Munit Adat" Meriahkan Carnaval Budaya 2016

Jakarta (23/10).  Pawai budaya atau carnaval budaya menjadi salah satu event  yang  ditunggu pada setiap momentum festival atau pekan budaya. Pada Pekan Produk Budaya Nusantara  Expo dan Forum 2016, Carnaval Budaya menjadi event pamungkas yang diselenggarakan dari Tugu Api Pancasila sampai ke gedung Theater Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (23/10).  “Munit Adat” sebagai tradisi masyarakat Sumbawa dalam memperingati kelahiran insan rahmatanli’alamin Nabi Muhammad SAW diperagakan dalam sebuah carnaval. Kali ini Disporabudpar Kabupaten Sumbawa yang menjadi motor agenda ini berkolaburasi dengan Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya (IKASUM-JAYA). Ratusan peserta carnaval “Munit Adat” menjadi tontonan pengunjung Taman Mini Indonesia Indah.
Kepala Disporabudpar Kab. Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si
memimpin Carnaval Budaya 2016 dengan tema "Munit Adat"

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si mengungkapkan kebahagiaannya melihat kolaburasi yang sangat apik dengan Ikasum-Jaya. “Inilah moment sebagamana yang diharapkan oleh Bapak Bupati Sumbawa untuk selalu membangun sinergi positif dengan pihak manapun guna mewujudkan Sumbawa Hebat dan Bermartabat. Partisipasi Ikasum-Jaya yang sangat luar biasa menjadikan event carnaval budaya Samawa di pentas nasional menjadi lebih menarik dan fantastic”, demikian disampaikan Haji Jun yang baru beberapa hari memimpin Disporabudpar.
Sekretaris Disporabudpar Kab. Sumbawa
bersama dadara pembawa "male"

“Kami berharap rajutan tali silaturrahmi dengan Ikatan Keluarga Sumbawa dimanapun,  khususnya di Jakarta yang menjadi pusat kegiatan akan terus berkelanjutan dimasa yang akan datang. Atas nama bapak Bupati Sumbawa, kami sampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada seluruh keluarga besar Ikasum-Jaya yang berpartisipasi pada kegiatan ini”, lanjut Haji Jun.
Peserta Carnaval Budaya 2016 "Munit Adat"
Kolaburasi Disporabudpar Kabupaten Sumbawa
dan IKASUM-JAYA

Ketua Ikasum-Jaya H. Alimuddin Sidi disela-sela Carnaval Budaya 2016 menyampaikan rasa bahagia gamporo, karena Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa saat ini telah melibatkan komponen masyarakat Sumbawa khususnya yang berdiam di Jakarta Raya (Jabodetabek). “kami atas nama masyarakat Sumbawa yang berdiam di Jabodetabek menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Sumbawa H. Husni Djibril dan bapak Wakil Bupati H. Mahmud Abdullah yang telah melibatkan komponen masyarakat Sumbawa di event budaya semacam ini. Sebagai warga Sumbawa yang ada di jabodetabek, kami siap membantu, mendukung pemerintahan Kabupaten Sumbawa menjadi daerah yang hebat bermartabat dan lebih dikenal dengan turut mempromosikan Kabupaten Sumbawa di tingkat nasional”, demikian diungkapkan H. Alimuddin Sidi. “Semoga kerjasama Ikatan Keluarga Sumbawa ini akan berlanjut dimasa-masa yang akan datang”, harap Haji Sidi warga Desa Kerato yang kini menetap di Jakarta.
H. Alimuddin Sidi
Ketua Ikatan Keluarga Sumbawa-Jakarta Raya
(IKASUM-JAYA)


Seusai Carnaval Budaya dilaksanakan sarasehan antara jajaran Pemkab Sumbawa dan Ikatan Keluarga Sumbawa Jakarta Raya di Anjungan NTB Taman Mini Indonesia Indah. Turut hadir dan mengikuti Carnaval Budaya serta Sarasehan Keluarga Sumbawa antara lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. Dirmawan, Sekretaris Disporabudpar Nurhinsyah, S.IP, M.Si dan jajaran Disporabudpar Kabupaten Sumbawa, para Camat yang berkesempatan berpartisipasi serta beberapa pejabat dari instansi terkait di lingkungan Pemkab Sumbawa. Salam Sahabat.
Ratib Rabana mengiringi Carnaval Budaya 2016
"Munit Adat"

Liputan Langsung dari Taman Mini Indonesia Indah
Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumbawa
Reporter : Rachman Ansori

Sabtu, 22 Oktober 2016

Tari "Kemang Paralu" pentas di Taman Mini Indonesia Indah

Jakarta (22/10). Enam gadis cantik dadara samawa dengan gemulai mementaskan salah satu tarian khas Sumbawa “Kemang Paralu”, Sabtu (22/10).  Sebuah sajian gerak tari yang diiringi oleh  gendang dan serunai menggambarkan rasa senang dan bangga yang diungkapkan dalam bahasa bunga, perasaan senang terhadap tamu yang datang ke Sumbawa sebagaimana lawas kadatang sangka ku angkang, mole ku santuret kemang, lema mampis bawa rungan dan sai sate nyaman ate silamo datang ko samawa, samawa senap semu nyaman nyawe.
Penampilan Tari Kemang Paralu
Sanggar Seni Buin Batu Kecamatan Buer
di Panggung Merah Putih, TMII

Mufti Jauhari selaku penata tari maupun sebagai pembina Sanggar Seni Buin Batu Kecamatan Buer menyampaikan rasa gembira atas dipercayakannya pementasan tarian Sumbawa pada ajang nasional di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta, “Kami merasa terhormat dan bahagia sekaligus menjadi tantangan bagi Sanggar Seni Buin Batu untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya Tana Samawa” ungkap Mufti yang juga Guru SDN 2 Juru Mapin.
Ditempat yang sama, Dinullah Rayes budayawan nasional asal Sumbawa juga turut bangga dengan kesertaan Kabupaten Sumbawa serta penampilan tarian Kemang Paralu di Panggung Merah Putih. “Tarian khas Sumbawa yang sangat banyak dan menarik harus terus diperkenalkan pada ajang-ajang nasional seperti ini”.
Foto Bersama dengan Jajaran Disporabudpar
Kabupaten Sumbawa, IKASUM-Jaya dan Budayawan Nasional

Kadisporabudpar Kabupaten Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si menyatakan bahwa kesertaan Kabupaten Sumbawa pada ajang Pekan Produk Budaya Nusantara Expo & Forum 2016 merupakan wujud dan upaya melestarikan, mengembangkan sekaligus mempromosikan produk-produk unggulan daerah yang berbasis pada budaya masyarakat. “Kabupaten Sumbawa diundang oleh Kementerian mewakili Provinsi NTB di ajang ini” ungkap Haji Jun sapaan akrab pejabat muda Sumbawa ini. Untuk mengisi acara Disporabudpar membawa tim kesenian dan budaya dari Kabupaten Sumbawa, kegiatan di ajang ini juga akan berkolaburasi dengan Ikatan Keluarga Sumbawa (IKASUM) Jaya.

Selain mengisi acara budaya dengan tarian Kemang Paralu di Panggung Merah Putih, Kabupaten Sumbawa akan mengikuti Carnaval Budaya yang mengusung Munit Adat di Tugu Api Pancasila dan Teather Keong Mas.

Liputan Langsung dari Taman Mini Indonesia Indah
Siaran Pers Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumbawa
Reporter : Rachman Ansori 

Minggu, 16 Oktober 2016

RATUSAN KERBAU BERLOMBA TUTUP FESTIVAL MOYO 2016

Sumbawa Besar-NTB (16/10).  Festival Moyo 2016 yang telah dibuka oleh Wakil Gubernur NTB H.M.Amin, SH, M.Si tanggal 23 September 2016 yang lalu di Taman Kerato Unter Iwes akan segera berakhir. Serangkaian event telah dipersembahkkan dalam ajang promosi tahunan pariwisata Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat. Diawali dengan Samawa Baguba, Karnaval Kere Alang, Parade Jaran Main, Pawai Budaya, Pekan Budaya Samawa, Expo UMKM/MICE, Jelajah Wisata Motor, Main Jaran, Dialog Budaya, Sepeda Wisata “Batudulang Adventure”, Lomba Drum Band Se Provinsi NTB, Pelatihan Dan Festival Tenun, Gebyar Pesta Jagung, Lomba Lari “Sumbawa 10K”, Fishing Contest, Balap Sampan, Parade Malala dan Kontes Ternak. Selain itu beberapa agenda independen organisasi dan masyarakat yang turut menyemarakkan Festival Moyo 2016 antara lain Mini Festival “Kebo Balamung” yang diprakarsai oleh Pemuda Kreatif Kecamatan Empang-Tarano, Jalan Santai, dan Lomba Burung Berkicau menjadikan Festival Moyo 2016 semakin berwarna dan berbeda dengan tahun sebelumnya.
Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc menutup seluruh
rangkaian event Festival Moyo 2016 dengan Barapan Kebo
sebagai acara puncaknya

Menutup seluruh rangkaian event sebagai puncak acara Festival Moyo 2016 digelar Barapan Kebo yang dipusatkan di areal pertanian Desa Tengah Kecamatan Utan selama 2 (dua) hari dari tanggal 15-16 Oktober 2016. Barapan Kebo yang merupakan tradisi dan budaya masyarakat Sumbawa yang sudah lama tumbuh dan berkembang sebagai wujud terimakasih dan rasa syukur masyarakat Sumbawa setelah panen atau waktu akan masuknya musim tanam memiliki hubungan yang sangat erat dengan kehidupan agraris masyarakat Sumbawa, menjadi penutup sekaligus core event Festival Moyo 2016. Sebanyak 420 pasang kerbau dari seluruh penjuru Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat berlomba untuk menjadi yang terhebat dan tercepat sekaligus akan ditasbihkan nantinya pada saat penutupan Festival Moyo 2016.
Wakil Ketua DPR RI menghadiri babak Final Barapan Kebo
dan Penutupan Festival Moyo 2016

“Barapan Kebo ini adalah pesta rakyat yang telah mendarah daging dan menjadi kearifan lokal tau dan tana samawa. Ke depan barapan kebo ini harus di kemas dengan menarik serta memiliki arena pertandingan yang permanen sehingga dapat terselenggara secara rutin sebagai icon budaya dan pariwisata tana samawa.
Kami ucapkan selamat berlomba dan bertanding agar menjadi tontonan menarik bagi tamu dan wisatawan”,  demikian disampaikan oleh Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc saat membuka Barapan Kebo (15/10). Lomba pasangan kerbau berlari di arena persawahan berlumpur ini sangat menarik minat para pengunjung. Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, SIK, Kajari Sumbawa Paryono, SH, MH, Dandim 1607 Sumbawa Letkol Art. Sumanto, S.Sos, Wakil Ketua DPRD Sumbawa H.Ilham Mustami, S.Ag dan Kamaluddin, ST, M.Si, Anggota DPRD Sumbawa Berlian Rayes, S.Ag serta beberapa wisatawan asing turut menguji andrenalin menjadi juki Barapan Kebo.
Aksi para joki dalam Barapan Kebo Festival Moyo 2016

Sejak dibuka oleh Bupati Sumbawa, para penggemar kerbau karapan, pemerhati peternakan antara lain Prof. Muladno Guru Besar Peternakan IPB, dan para pejabat lainnya tidak beranjak dari arena sampai berakhir sesi lomba pada hari pertama. Demikian pula pada hari ke-2, masyarakat semakin membanjiri arena persawahan Desa Tengah Kecamatan Utan untuk menyaksikan babak lanjutan sekaligus penentuan pasangan kerbau terhebat dan tercepat, sekaligus menyaksikan Penutupan Festival Moyo 2016. Bahkan Wakil Ketua DPR RI, H. Fahri Hamzah juga turut berbaur dengan masyarakat menyaksikan sensasi Barapan Kebo hari terakhir.
Penyerahan Hadiah kepada pemilik pasangan Kebo Barapan
oleh Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc 

Bupati Sumbawa menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Barapan Kebo maupun penyelenggaran Festival Moyo ke-5 Tahun 2016 secara keseluruhan. “Saya bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah turut menyukseskan Festival Moyo 2016 terutama menjadikan Barapan Kebo sebagai puncak acara atau core event Festival Moyo 2016”,  ungkap Bupati Sumbawa pada Penutupan Festival Moyo 2016, Minggu (16/10).
Wakil Ketua DPR RI H.Fahri Hamzah, SE, Bupati Sumbawa
H.M.Husni Djibril, B.Sc dan beberapa pejabat daerah
lainnya bersama para Pemenang Barapan Kebo
Festival Moyo 2016

“Semoga Festival Moyo mendatang akan dikemas semakin baik dan professional serta mampu menggugah selera wisatawan untuk selalu datang ke Sumbawa” disampaikan Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa mengakhiri sambutan Penutupan Festival Moyo 2016.  Pasangan Kerbau “Galileo” Kelas 9, “Peluncur” Kelas B dan “Berita Penting” Kelas O Dewasa menjadi kerbau-kerbau juara yang menutup Festival Moyo 2016.


Sampai Jumpa di Festival Moyo 2017.

Rabu, 05 Oktober 2016

LOMBA DRUMBAND SE-NTB TAHUN 2016 DI KABUPATEN SUMBAWA, SUKSES

Lomba Drumband se-NTB yang selama ini menjadi agenda mandiri, pada tahun 2016 diintegrasikan menjadi bagian dari event Festival Moyo 2016. Lomba yang direncanakan berlangsung selama 3 (tiga) hari dari tanggal 3-5 Oktober 2016 ini diawali dengan parade para peserta yang berasal dari Kabupaten Sumbawa sendiri, Kabupaten Dompu, KSB, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Barat dilepas oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi pada hari Senin (3/10) dari Lapangan Pahlawan menuju ke Kantor Bupati Sumbawa.
Luapan kegembiraan adik-adik dari SMPN 1 Gerung Lombok
Barat sesaat setelah menerima Piala dan hadiah sebagai
Juara I Lomba Drumband se-NTB Tingkat SMP/MTs
Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa

Pada hari kedua, Selasa (4/10) bertempat di Halaman Kantor Bupati Sumbawa diselenggarakan display dan unjuk kemahiran para peserta lomba. Tingkat SD/MI dan SMA/MA menjadi peserta yang menampilkan atraksi kombinasi mayoret, drummer, balira maupun para penari yang mengiringi. Sedangkan pada hari terakhir Rabu (5/10) ditempat yang sama para kontestan dari Tingkat SMP/MTs menunjukkan kemahirannya. Masyarakat selalu antusias mengikuti perlombaan ini, baik pada saat karnaval dari Lapangan Pahlawan ke Kantor Bupati Sumbawa maupun saat display kemahiran di Halaman Kantor Bupati Sumbawa.
Luapan kegembiraan adik-adik dari SDN 11 Sumbawa sesaat setelah diumumkan sebagai Juara I
Lomba Drumband se-NTB Tingkat SD/MI
Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa

Bupati Sumbawa diwakili Asisten II Sekda Sumbawa, Drs. H. Muhammading M.Si menutup seluruh rangkaian kegiatan Lomba Drumband se-NTB Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa. Dalam sambutannya Asisten II menyatakan bahwa Drumband adalah kegiatan yang mengajarkan anak-anak untuk memiliki kepribadian yang baik, dan menjalin hubungan emosional antar sesama. Selain itu kegiatan ini mampu menjadi benteng dan menjauhkan generasi muda terhadap hal-hal yang bersifat negatif. Drum band tidak hanya perpaduan olahraga, seni dan budaya, akan tetapi memberikan banyak manfaat bagi kalangan generasi muda. Di antaranya menumbuhkan rasa percaya diri, kerjasama tim, membangkitkan loyalitas anggota dan mengajarkan bagaimana caranya memimpin dan dipimpin.
Keindahan Karnaval Drumband Gita Nada Ikhlas
Ponpes Al-Ikhlas Taliwang KSB yang keluar sebagai
Juara I Tingkat SMA/MA Lomba Drumband se-NTB
Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa

Selanjutnya H. Ading menyatakan bahwa Lomba Drumband ini telah berjalan baik, lancar dan meriah. Seluruh peserta lomba telah menampilkan atraksi terbaiknya dengan memiliki keunikan dan menunjukkan gerakan serta formasi yang apik. “Permainannya cukup berkualitas. Ini merupakan modal yang baik bagi kemajuan drumband tingkat pelajar di Provinsi NTB,” katanya.
Melihat besarnya potensi drumband di Tana Samawa, ungkap Haji Ading—akrab Ia disapa, tentu menjadi perhatian pemerintah 
Display kemahiran Drumband SDN 20 Dompu

Kabupaten Sumbawa melalui Disporabudpar untuk membuat program yang dapat membina grup drumband di sejumlah sekolah, salah satunya melalui event lomba ini. “Kami berharap penyelenggaraan lomba drumband dari tahun ke tahun semakin dikemas dengan lebih baik lagi,” 
Pembagian hadiah kepada para pemenang dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Sumbawa, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Sumbawa dan Kepala Disporabudpar Kabupaten Sumbawa. Adapun daftar pemenang Lomba Drumband se-NTB Tahun 2016 adalah sebagai berikut :
Display kemahiran Drumband SDN 1 Pringgarata
Kabupaten Lombok Tengah


Tingkat SD/MI
Juara I           : SDN 11 Sumbawa
Juara II         : SDN 1 Sumbawa
Juara III        : SDN 1 Pringgarata Lombok Tengah
Juara Harapan I       : SDN 20 Dompu
Juara Harapan II      : SDN 3 Plampang
Juara Harapan III     : SDN 2 Sumbawa




TINGKAT SMP/MTs
Juara I           : SMPN 1 Gerung
Juara II         : MTs Kandai II Dompu
Juara III        : SMPN 1 Sumbawa
Juara Harapan I       : MTs Negeri Empang
Juara Harapan II      : SMPN 2 Sumbawa
Juara Harapan III     : MTs Negeri Taliwang
The Best Dancer.                         : SMPN 1 Gerung     
The Best Kwarto Tone                  : MTs Kandai II Dompu
The Best Costum/Colour                : SMPN 1 Sumbawa.
The Best Mayoret.                        : MTs Negeri Empang           
The Best Field Commander Putri     : SMPN 2 Sumbawa
The Best Drum                            : MTs Negeri Taliwang .

TINGKAT SMA/MA
Juara I          : Ponpes Al Ikhlas Taliwang KSB.
Juara II         : SMA Santa Gregorius
Juara III        : MA Nahdatul Wathan Sumbawa
Juara Harapan: SMA Muhammadiyah Sumbawa

Cameramen   : Meki, Jim, Hamo, Sul

Reporter        : Ansori