Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pembangunan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

SEMINAR ROADMAP SUMBAWA BEEF, SEMANGAT MEMBANGUN PETERNAKAN YANG BERDAYA SAING

Dalam rangka pemenuhan pangan asal ternak di Indonesia dan untuk meningkatkan nilai tambah produk peternakan maka perlu dilakukan upaya terobosan yang inovatif. Kabupaten Sumbawa telah dikenal sebagai daerah pengekspor ternak besar untuk wilayah Asia. Ternak kerbau pertama kali diekspor ke Hongkong dan Singapura sekitar tahun 1940-an, dan sejak tahun 2006, Kabupaten Sumbawa ditetapkan sebagai kabupaten peternakan.

Bertempat di Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, Senin (19/12) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan  Seminar Roadmap “Sumbawa Beff” yang bertujuan untuk menggali pemikiran-pemikiran yang konstruktif guna dituangkan dalam kerangka kerja mewujudkan Kabupaten Sumbawa sebagai penghasil daging untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal, regional dan nasional. 
Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi
membuka Seminar Rodmap "Sumbawa Beef"

Bupati Sumbawa yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi dalam sambutannya mengatakan bahwa hingga saat ini Kabupaten Sumbawa memiliki populasi ternak ruminansia (terutama sapi dan kerbau) tertinggi dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sehingga keberhasilan Program NTB BSS (Bumi Sejuta Sapi) tidak terlepas dari andil yang diberikan oleh Kabupaten Sumbawa. Hal ini didukung oleh lahan yang masih luas, agroklimat dan topografi yang ada. Data populasi ternak Kabupaten Sumbawa hasil registrasi tahun 2016 yaitu sapi 234.768 ekor, kerbau 43.340 ekor dan kuda 30.083 ekor.

“Saya sangat berharap, melalui seminar ini dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran konstruktif atau rekomendasi yang dapat menjadi bahan bagi pemerintah daerah dalam menyusun road map terkait pengelolaan potensi peternakan di Kabupaten Sumbawa” demikian disampaikan H. Rasyidi.

 “Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah teknis, ekonomis dan budaya  dalam upaya mengembangkan dan mengelola ternak di Kabupaten Sumbawa yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada. Dan salah satu upaya tersebut adalah melalui penyusunan road map Sumbawa Beef ini” lanjut Sekda.
 
Foto bersama para pemerhati dan pengusaha peternakan
Selanjutnya disampaikan oleh H. Rasyidi bahwa sejalan dengan agenda besar pemerintah daerah yang ingin membawa daerah ini menuju Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat, tentu membutuhkan kerjasama dan dukungan semua pihak termasuk sinergitas program dari berbagai sektor yang terkait sehingga sektor peternakan menjadi sektor unggulan daerah, yang menjadikan Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah yang mampu memenuhi kebutuhan daging nasional.

Seminar ini dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa, Camat, UPT Peternakan dan Keswan se Kabupaten Sumbawa, Pengusaha Ternak, Pengamat Peternakan dari dalam dan luar negeri. 

Rabu, 19 Oktober 2016

Pangdam IX Udayana Tutup TMMD ke-97 di Desa Baru Tahan

Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-97 di Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara berjalan lancar. Dibuktikan dengan semua item dalam kegiatan tersebut sukses dilaksanakan. Kemarin (19/10/2016) dilaksanakan upacara penutupan kegiatan TMMD di lapangan bola desa setempat. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko dan Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Inf. Farid Makruf. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc, Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Kamaluddin, ST, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM. Sumanto, Kajari Sumbawa, Paryono, Dandim 1608 Bima, Letkol CZI. Yidil Hendro, Dandim 1614 Dompu, Letkol CZI. Asep Rahmat dan sejumlah kepala SKPD lingkup Pemkab Sumbawa.
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko
menutup secara resmi TMMD ke-97 Tahun 2016
ditandai dengan pemukulan gong.

Dandim 1607 Sumbawa, Letkol ARM. Sumanto dalam laporannya memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan mulai 20 September hingga 19 Oktober. Kegiatan TMMD ini memiliki sasaran fisik seperti pembuatan jalan usaha tani di Desa Baru Tahan sepanjang 500 meter. Kemudian dilaksanakan pembuatan saluran irigasi sawah sepanjang 300 meter. Pembangunan drainase sawah sepanjang 450 meter, pembangunan mushalla ukuran 7X10 meter, pembuatan duicker jalan usaha tani 5X2 meter, pemasanga dua unit gorong-gorong sepanjang empat meter, pembuatan tiga unit duicker 4X2 meter, pembangunan satu unit pos kamling di masing-masing Desa Penyaring, Desa Kukin, Desa Sebewe, Desa Pungkit dan Desa Songkar. Semua item tersebut sudah dilaksanakan 100 persen. Untuk program non fisiknya yakni penyuluhan bidang agama, bidan kamtibmas dan narkoba, bidang pendidikan, bidang hukum, bidang pertanian, peternakan dan kesehatan. Semua kegiatan penyuluhan tersebut juga sudah dilaksanakan dan berjalan lancar.
Pangdam IX Udayana dan Bupati Sumbawa memasuki
Arena Upacara Penutupan TMMD ke-97 Tahun 2016
di Lapangan Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Darat, Jendral TNI. Mulyono dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko mengatakan, TMMD di gelar secara rutin setiap tahun. Kegiatan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan melibatkan  lintas sektoral dan lintas komponen bangsa yang merupakan bagian dari OMSP dan Bhakti TNI. ‘’TMMD ini  merupakan solusi bagi pemerintah dalam percepatan pembangunan dalam membangun daerah. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Berkat kerja keras semua unsure, maka hasil TMMD dapat di rasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat. Tujuan TMMD ini untuk membantu pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memberdayakan masyarakat di lingkungan tersebut. Untuk meningkatkan ketahanan wilayah dan kesadaran hokum. Guna menangkal segala bentuk ancaman dalam masyarakat.
Penandatanganan Berita Acara oleh Dandim 1607 Sumbawa
dan Bupati Sumbawa disaksikan oleh Pangdam IX Udayana

Diungkapkan, program TMMD sudah dilaksanakan sejak tahun 1980 lalu dengan nama Abri Masuk Desa (AMD). Namun seiring berjalannya waktu terus dilakukan revisi dan dievaluasi sehingga  menjadi TMMD. Kegiatan ini terus di laksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun sasaran TMMD meliputi sasaran fisik dan non fisik. Sasaran fisiknya yaitu pembangunan jalan usaha tani, drainase, jambanisasi, pembangunan sarana ibadah dan pusat kegiatan masyarakat. Sementara sasaran non fisik berupa penyuluhan, pengobatan gratis dan kegiatan lain. ‘’Atas nama pimpinan TNI AD saya sampaikan permohonan maaf jika selama pelaksanaan TMMD ada prilaku dan tutur kata prajurit kami yang kurang berkenan. Kepada Para Prajurit yang tergabung dalam Satgas TMMD diucapkan terimakasih. Dan agar segera kembali kekesatuan masing-masing. Dengan tetap memperhatikan faktor keamanan,” imbuhnya.
Pangdam IX Udayana bersama siswa-siswa pementasan
atraksi dan tari Sumbawa

Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan TMMD. Anggaran dalam kegiatan ini memang tidak seberapa. Namun capaiannya sangat luar biasa. ‘’Menjadi kewajiban kami selaku bupati akan menjaga. Apa yang sudah dilaksanakan dalam TMMD ini akan kami tindak lanjuti,” kata bupati.
Sudah menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk melanjutkan pembangunan yang ada. Jika sebelumnya hanya dilakukan pengerasan jalan, pemda akan berupaya untuk diaspal. Pemda sangat berterima kasih kepada aparat TNI karena melaksakana kegiatan TMMD ini. Sebab hasilnya dirasakan oleh masyarakat Sumbawa, khususnya masyarakat di Kecamatan Moyo Utara.
Foto Bersama
Dandim 1607 Sumbawa, Bupati Sumbawa, Pangdam IX Udayana
dan Camat Moyo Utara

Kegiatan tersebut ditutup ditandai dengan pemukukan gong oleh Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko. Didampingi oleh Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel Inf. Farid Makruf dan Dandim 1607 Sumbawa, Letkol. ARM. Sumanto. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan atraksi bela diri kempo serta senam sasambo oleh sejumlah siswa SD dan SMP di Kecamatan Moyo Utara. 

ppid.sumbawakab.go.id

Rabu, 31 Agustus 2016

BUPATI SUMBAWA TERIMA HIBAH BARANG MILIK NEGARA DARI KEMENPUPR

Bertempat di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (31/08) Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) yang berupa Bangunan Menara / Bak Penampung / Reservoir Air Minum senilai Rp. 1.606.272.000,00.

Bangunan Menara / Bak Penampung / Reservoir Air Minum yang dibangun tahun 2012 yang lalu berada di 4 (empat) lokasi yaitu Kantor Damkar, Kelurahan Brang Biji, Pasar Brang Bara dan Stadion Pragas. 
Penyerahan BMN tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Taufiq Widjoyono, M.Sc yang tertuang dalam Naskah Hibah BMN Nomor 70/BA/SJ/2016 dan Nomor 37 Tahun 2016 tanggal 29 Agustus 2016.

Selasa, 30 Agustus 2016

WABUP SUMBAWA BUKA LOKAKARYA DAN FGD KOMPAK

Bappeda Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Australian Aid menggelar Lokakarya dan FGD pemetaan masalah dalam penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan di Kabupaten Sumbawa yang digelar di ruang rapat lantai I kantor Bupati Sumbawa Selasa (30/8/2016). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari mulai hari ini hingga besok Rabu 31 Agustus 2016.
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
memberikan sambutan dan sekaligus membuka
Lokakarya dan FGD Kompak
Dalam sambutannya Kepala Sub Direktur Penanggulangan Kemiskinan Woro S Sulistyaningrum mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sumbawa yang telah bekerjasama dalam menggelar kegiatan ini. Lokakarya tersebut digelar dalam rangka memfasilitasi permasalahan kemiskinan yang masih tinggi. Menghadapi persoalan tersebut, dibentuk Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan Untuk Kesejahteraan (KOMPAK) yang bermitra dengan Australian AID. Pemetaan merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi kebutuhan dan tindak lanjut program yang diperlukan bagi peningkatan dan perluasan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada pada garis kemiskinan dan rentan. Hal tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan memperoleh dukungan dari masyarakat.
Sementara Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutan singkatkanya menyampaikan, dalam mewujudkan pemerataan pembangunan yang berkeadilan maka penanggulangan kemiskinan merupakan hal utama yang harus dilakukan. Masalah kemiskinan bukan hanya menyangkut ukuran pendapatan akan tetapi juga menyangkut kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat menjadi miskin. Karena sifatnya yang multidimensional, timbulnya masalah kemiskinan diakibatkan oleh sulitnya seseorang atau masyarakat dalam mengakses kebutuhan dan hak-hak dasarnya, seperti pendidikan, kesehatan, maupun identitas hukum.
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah didampingi
Kepala Bappeda Sumbawa H. Iskandar, M.Ec.Dev bersama
Tim dari Sub Direktur Penanggulangan Kemiskinan 
“Kami sadar bahwa akses pendidikan yang baik akan dapat memutuskan mata rantai kemiskinan. Akses dibidang kesehatan akan memudahkan Pemerintah Daerah dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat sehingga mampu hidup mandiri. Sedangkan kepemilikan identitas hukum sangat penting bagi setiap penduduk, tidak saja untuk membuktikan status sipil dan hubungan keluarga, namun juga untuk melindungi berbagai hak sebagai manusia, mempermudah akses terhadap layanan dasar, serta mengurangi risiko pernikahan anak, pekerja anak, dan perdagangan manusia. Itulah mengapa pada awal kepemimpinan, kami melakukan pembenahan-pembenahan terkait dengan pola layanan yang ada di seluruh SKPD lingkup pemerintah Kabupaten Sumbawa agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan yang tersedia di SKPD terkait. Walaupun di tingkat kecamatan dan desa perbaikan layanan masih terus kita upayakan”, kata Wabup Sumbawa.
Dengan diselenggarakan lokakarya dan FGD penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan ini menjadi upaya bersama dalam melakukan pemetaan yang merupakan langkah awal dalam mengidentifikasi kebutuhan dan tindak lanjut program yang diperlukan bagi peningkatan dan perluasan layanan dasar bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang berada pada garis kemiskinan dan rentan. Harapannya, kehadiran KOMPAK dalam mendukung beberapa aspek perencanaan pemerintah melalui perumusan strategi peningkatan layanan dasar, sehingga dapat mendorong peningkatan layanan dasar dan perluasan kehidupan yang berkelanjutan bagi kaum miskin dan rentan. Dengan demikian maka pada tataran masyarakat, perubahan yang diharapkan adalah masyarakat miskin dan rentan dapat mengakses sumber daya yang tersedia untuk mendukung pemenuhan layanan dasar serta dapat dipantau pelaksanaannya. Sedangkan pada tingkat kecamatan, diharapkan mampu melakukan koordinasi penyelenggaraan pelayanan dasar secara efektif dan menjangkau masyarakat miskin dan rentan. Demikian halnya di tingkat kabupaten, dapat melakukan perencanaan dan penganggaran berbasis bukti untuk pemenuhan SPM pelayanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan.
Peserta Lokakarya dan Forum Diskusi Group

“Saya sangat berharap melalui lokakarya ini diharapkan dapat merumuskan sejumlah strategi penanganan masalah layanan dasar baik di tingkat kecamatan maupun desa, termasuk dapat membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara kecamatan, desa, dan masyarakat serta mendorong komitmen dalam menindaklanjuti perbaikan layanan jasa kepada sejumlah bidang proritas daerah”, lanjut Haji Mo sapaan akrab Wabup Sumbawa.

Selasa, 07 Juni 2016

Musrenbang RPJMD, Bupati Sumbawa : Formulasi RPJMD 2016-2021 akan mencerminkan APBD untuk Rakyat

Dalam rangka menyusun dokumen perencanaan daerah periode lima tahun, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui BAPPEDA Kabupaten Sumbawa hari ini, Selasa (7/6/2016) di aula lantai 3 kantor Bupati Sumbawa menggelar Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sumbawa Tahun 2016-2021.

Kepala BAPPEDA Ir. Iskandar, Mec.,Dev dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbang RPJMD sebagai forum antar pemangku kepentingan pembangunan di Kabupaten Sumbawa, dalam rangka memberikan pemikiran, saran, pendapat dan masukan untuk menentukan program prioritas Kabupaten Sumbawa lima tahun kedepan. Selain itu, Musrenbang RPJMD adalah untuk mendapartkan masukan agar penyusunan RPJMD dapat terintegrasi dan bersinergi baik antar wilayah, antar ruang, antar waktu, antar fungsi kelembagaan maupun antar Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten. Musrenbang RPJMD diikuti oleh 300 orang peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, delegasi, unsur akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat.
Kepala BAPPEDA Provinsi NTB yang diwakili oleh Kepala Bidang Evaluasi dan Pelaporan Karim Marasabessy, S.Pi.,MM dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa ada beberapa catatan dari hasil evaluasi Provinsi yang harus dibenahi dalam RPJMD  Kabupaten Sumbawa. Selain itu juga, berdasarkan hasil evaluasi Provinsi NTB, RPJMD Kabupaten Sumbawa sudah sejalan dengan RPJMD Provinsi dan Nasional. Ada 156 indikator yang harus dicapai, namun ada prioritas – prioritas yang harus lebih dulu dicapai. Harapannya, agar dokumen RPJMD bisa segera diselesaikan. Pemerintah Provinsi menyediakan waktu selama lima belas hari untuk memeriksa dokumen RPJMD seluruh Kabupaten/Kota yang ada di NTB.

Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril B.Sc dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, periode 2016-2021 merupakan tahapan ketiga dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Sumbawa tahun 2005-2025. “Di dalam pembangunan lima tahun kedepan ini, kita ingin mewujudkan visi pembangunan jangka menengah kabupaten sumbawa tahun 2016-2021 yaitu; “terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong. Ada tujuh misi yang harus diimplementasikan, yaitu meningkatkan kualitas sumberdaya manusia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, mewujudkan birokrasi yang bersih, handal, dan profesional sehingga mampu menjalankan pemerintahan sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik, mewujudkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan membangun sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, mengembangkan potensi unggulan daerah dan meningkatkan produktifitas usaha masyarakat demi terwujudnya kesejahtera-an masyarakat, penurunan angka kemiskinan dan perluasan lapangan kerja, mewujudkan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang berkelanjutan, mewujudkan masyarakat yang religius dan memelihara toleransi antar umat beragama, serta memelihara dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan local”, kata Bupati Sumbawa.
Ke tujuh misi tersebut, akan diaktualisasikan melalui berbagai program pembangunan, yang pada gilirannya akan diformulasikan dalam proses penganggaran dan diimplementasikan melalui kegiatan-kegiatan pembangunan setiap tahunnya. “Melalui kesempatan ini, saya ingin tekankan kembali bahwa formulasi RPJMD yang hari ini kita bahas pada forum musyawarah perencanaan pembangunan jangka menengah ini, penting untuk mengakomodir kepentingan dan kebutuhan masyarakat sehingga postur APBD-APBD yang akan lahir dalam periode tahun 2016-2021 akan mencerminkan APBD untuk rakyat”, harap Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa.
Rakyat membutuhkan peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan. Rakyat membutuhkan peningkatan kualitas dan akuntabilitas layanan publik yang mudah, murah, cepat, efektif  dan transparan yang didukung oleh birokrasi yang bersih dan handal.  “Di beberapa kawasan terisolir, rakyat kita sangat membutuhkan peningkatan aksesibilitas wilayah, butuh ruang bagi pengembangan potensi unggulan daerah, butuh lingkungan hidup yang mampu menjamin keberlangsungan kehidupan dan proses-proses pengelolaan sumberdaya alam yang berkeseimbangan, yang didukung oleh masyarakat yang religius dan memelihara toleransi antar umat beragama, masyarakat yang senantiasa memelihara dan mengembangkan potensi budaya dan kearifan lokal. Karena itu, program pembangunan yang akan dilaksanakan selama lima tahun harus mengedepankan pada peningkatan kualitas infrastruktur publik, seperti peningkatan kondisi jalan yang harus 100% mantap, perbaikan kondisi fasilitas kesehatan yang memadai seperti pembangunan RSUD, perbaikan infrastruktur pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana pertanian, dan berbagai program lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat”, lanjut Bupati.

Dalam hal penyelenggaraan keuangan pemerintah daerah, berdasarkan hasil evaluasi BPK RI terhadap laporan keuangan pemerintah daerah tahun anggaran 2015 lalu, Kabupaten Sumbawa kembali memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan tersebut  merupakan ke-4 kalinya diperoleh Kabupaten Sumbawa yang secara konsisten menyelenggarakan penatausaahaan keuangan daerah yang mengacu pada kepatuhan ketentuan yang berlaku dan sistem pengendalian internal yang efektif, serta secara simultan melakukan tindak lanjut yang disarankan oleh BPK RI. “Ini penting saya sampaikan pada kesempatan ini, bahwa keberhasilan tersebut dapat dicapai berkat kerja keras semua pihak.  Namun demikian yang lebih penting adalah bagaimana raihan prestasi telah dicapai tersebut mampu kita pertahankan dimasa-masa yang akan datang atau bahkan ditingkatkan serta bagaimana kita mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat secara efektif. Saya berharap kepada para peserta Musrenbang agar fokus dan proaktif dalam menyampaikan ide-ide atau gagasan-gagasan yang sangat berguna bagi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Mengah Daerah 2016-2021”, demikian Bupati Sumbawa.
ppid.sumbawakab.go.id

Sabtu, 04 Juni 2016

WAKIL BUPATI SUMBAWA : GERAKAN GOTONG ROYONG HUSNI MO

Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak - Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (HKG-PKK) ke-44 Tahun 2016 yang dicanangkan oleh Bupati Sumbawa sebulan yang lalu di Kecamatan Alas berakhir. Bertempat di Lapangan Desa Sepakat, kegiatan BBGRM XIII dan HKG-PKK ke-44 Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016 secara resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Sabtu (04/06).

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan bahwa Gotong Royong merupakan landasan bagi upaya mewujudkan visi pemerintahan Kabupaten Sumbawa 2016-2021. Gotong royong bukan sedekar seremoni selama satu bulan selama BBGRM dan HKG-PKK. Untuk itu Wakil Bupati berharap kepada seluruh pimpinan SKPD, Camat, Kepala Desa dan para tokoh masyarakat untuk selalu menjadikan gotong royong sebagai kerangka landasan dalam melaksanakan setiap program pembangunan. "Untuk itu saya bersama Bupati Sumbawa mencanangkan Gerakan Gotong Royong 5 Tahun Husni-Mo" ujar H. Mahmud Abdullah. Wakil Bupati Sumbawa mengharapkan setelah dicanangkannya Kampung KB, juga akan diikuti oleh Kampung-kampung lainnya yang dibidani oleh leading sektor terkait yang didukung oleh leading sektor lainnya.

Sebelum menutup rangkaian kegiatan BBGRM XIII dan HKG-PKK ke-44 Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016, Wakil Bupati Sumbawa menyalurkan bantuan kepada kelompok masyarakat  baik yang berasal dari instansi pemerintah daerah maupun dari BUMN/BUMD.  Turut hadir dalam acara penutupan BBGRM XIII dan HKG-PKK ke-44 Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016 antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Kamaluddin, ST, MT, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Sumbawa, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa, para pimpinan SKPD, Camat dan Kepala Desa.






Kamis, 26 Mei 2016

Lomba Gemari 2016, Bupati Sumbawa "Biasakan diri mengkonsumsi Ikan"

“Mari kita didik dan mempersiapkan anak-anak kita, generasi muda kita agar membiasakan diri untuk banyak mengkonsumsi ikan sebagai salah satu sumber protein hewani yang bergizi tinggi” ajak Bupati Sumbawa H.M Husni Djibril B.Sc dalam sambutannya saat membuka Pengukuhan Kepengurusan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kabupaten Sumbawa dan Lomba Masak Serba Ikan, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Lapangan Pahlawan Sumbawa, Kamis (26/5/2016).

Tidak seperti orang-orang tua kita dulu yang mungkin karena kehidupan yang demikian susah atau kondisi sosial budaya yang tidak atau kurang mendukung, dimana “mereka makan agar kenyang”, sehingga terhadap konsumsi ikan hanya mengandalkan ikan seadanya. Hal ini yang perlu mendapat perhatian kita bahwa memakan/mengkonsumsi ikan yang cukup dan seimbang akan menunjang peningkatan kesehatan dan kecerdasan anak/generasi muda. Kita patut bersyukur bahwa produksi perikanan kita terus meningkat akhir-akhir ini. Hal ini ditunjang dengan adanya sarana-prasarana yang cukup memadai, serta masuknya investor-investor yang didukung oleh iklim investasi sehat dan kondusif. Kondisi tersebut harus terus dipelihara guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, harapannya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan semangat gotong royong dapat terwujud”, lanjut Bupati Sumbawa.

Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa juga menambahkan, “melalui momentum yang strategis ini saya sangat berharap dengan pengukuhan kepengurusan Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Kabupaten Sumbawa saat ini, sahabat-sahabat sekalian dapat bekerja lebih giat untuk menggerakkan partisipasi masyarakat dalam upaya peningkatan konsumsi ikan melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), dengan tetap menjaga kebersamaan, serta “saling gayong, saling satotang” dalam mengimplementasikan hajat dari pembentukan forum ini. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia tidak lepas dari apa yang dikonsumsi setiap hari. “kepada SKPD terkait agar mengemas pasar ikan dengan indah dan tertata rapi. Pada masa pemerintahan Husni – Mo, kami akan menyambung komunikasi dengan pemerintah masa lalu demi mencapai keberhasilan bersama dalam membangun pasar yang indah. Dan dalam menggali potensi laut Sumbawa, saya akan sangat bangga apabila ada orang Sumbawa yang menjadi pioneer dalam mengembangkan potensi ikan di Kabupaten Sumbawa”, harap Bupati Sumbawa.
Sebelumnya, diberikan makanan tambahan secara simbolis kepada siswa TK, SD, Ibu Hamil, dan Balita oleh Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa.
Ketua Forikan Kabupaten Sumbawa Hj. Amien Rahmani Husni Djibril dalam sambutannya menyampaikan, sebagai rangkaian kegiatan forikan pada tahun 2016 telah dilaksanakan beberapa kegiatan antara lain, penyuluhan/sosialisasi gemarikan di Kecamatan Alas Barat, Kecamatan Alas, Kecamatan Batu Lanteh dan Kecamatan Lopok. Dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa, 21 kecamatan sudah melaksanakan sosialisasi gemarikan. Kemudian pada tanggal 25 mei 2016 bekerjasama dengan dislutkan Provinsi NTB melakukan kegiatan demonstrasi pengolahan hasil perikanan yang pesertanya berasal dari kader posyandu dan wanita nelayan sejumlah 30 peserta yang berlokasi di Desa Karang Dima Kec. Labuhan badas. Dari peserta 30 orang tersebut diharapkan dapat menjadi kader yang dapat mensosialisasikan kegiatan gemarikan dan pembinaan teknik pengolahan hasil perikanan. Forikan Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari Forikan Provinsi Nusa Tenggara Barat selama tiga tahun terakhir dipercaya menjadi narasumber pada setiap rapat koordinasi Forikan tingkat Provinsi NTB. Hal ini didukung oleh tingginya perhatian pemerintah Kabupaten Sumbawa dan masyarakat untuk mendukung peningkatan konsumsi ikan  baik dalam bentuk pembiayaan anggaran dan program  maupun kegiatan yang dilaksanakan, yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki Kabupaten Sumbawa.\

Diakhir kegiatan, Bupati Sumbawa dan Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba masak serba ikan dimana juara I lomba diraih oleh GOW Kabupaten Sumbawa, juara II diraih oleh TP PKK Kecamatan Empang, juara III diraih oleh TP PKK Kecamatan Labangka, juara harapan I diraih oleh TP PKK Kecamatan Moyo Utara, juara harapan II diraih oleh TP PKK Kecamatan Tarano, juara harapan III diraih oleh TP PKK Kecamatan Lunyuk. Juara favorit diraih oleh TP PKK Kecamatan Tarano dan TP PKK Kecamatan Lunyuk.
ppid.sumbawakab.go.id

Rabu, 25 Mei 2016

ULP KABUPATEN SUMBAWA SEBAGAI PERCONTOHAN PROGRAM MODERNISASI PENGADAAN FASE II

Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) RI bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Rabu (25/5/2016) menggelar Sosialisasi Program Modernisasi Pengadaan Fase II di aula lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa.
Ketua rombongan LKPP RI Eko Susi Rosdiana memperkenalkan masing – masing anggota rombongan yang ikut dalam sosialisasi tersebut dan menyampaikan tujuannya mengunjungi Kabupaten Sumbawa, diantaranya untuk memperkenalkan konsep pengadaan barang/jasa.
Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril, B.Sc dalam sambutan pembukaannya menyampaikan, ““ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami dengan dipilihnya salah satu unit pelayanan publik kami yaitu Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai ULP percontohan dari program modernisasi pengadaan fase dua, kerjasama Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) dengan Millenium Challenge Account-Indonesia (MCA-I). Adapun program utama dari perjanjian hibah Millennium Challenge Compact adalah kemakmuran hijau, kesehatan dan gizi berbasis masyarakat untuk mengurangi stanting, dan  modernisasi pengadaan. Kita patut bersyukur bahwa Kabupaten Sumbawa dipilih menjadi salah satu tempat pelaksanaan program  modernisasi pengadaan fase dua oleh pemerintah pusat karena ULP kita dipandang layak menjadi salah satu ULP percontohan di Indonesia. Hal tersebut sangat sejalan dengan semangat program kerja strategis 3 bulan pertama pemerintahan kami Husni-Mo yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik dalam membawa daerah ini menuju Sumbawa yang hebat dan bermartabat”, ungkap Haji Husni sapaan akrab Bupati Sumbawa.

Selanjutnya Bupati Sumbawa menyampaikan, tolok ukur keberhasilan penandatanganan nota kesepahaman antara LKPP-RI yaitu terbentuknya struktur organisasi ULP secara permanen, diangkatnya tenaga fungsional pengadaan barang/jasa di ULP, untuk dapat direalisasikan peta jaringan program, terwujudnya perlindungan hukum bagi individu dan organisasi ULP. Harapan kita semua agar terbentuk lembaga ULP permanen, diangkatnya tenaga fungsional pengadaan barang dan jasa serta terpenuhi hak – hak dan kewajibannya, fungsional yang tergabung dalam pokja-pokja dalam melaksanakan tugasnya, termanfaatkannya secara optimal para tenaga fungsional dalam mengawal proses pengadaan barang dan jasa dari sejak penyusunan RKA hingga pada pemilihan pengadaan barang dan jasa, meningkatkan kompetensi SDM fungsional pengadaan barang dan jasa dalam melaksanakan tugasnya. Selanjutnya terwujud pendampingan kepada pemerintah desa dalam penanganan proses pengadaan barang dan jasa, sehingga ULP Kabupaten Sumbawa menjadi percontohan bagi seluruh ULP di Indonesia, kepada Tim MCA-I dapat memberikan pembinaan secara maksimal selama dua tahun kedepan 2016-2018 baik kepada SDM maupun Kelembagaannya”, harapnya.
Dengan dijadikannya ULP Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagai ULP percontohan tentu akan berdampak positif bagi peningkatan profesionalisme para aparatur pemerintah daerah yang bertugas di ULP Pemerintah Kabupaten Sumbawa sehingga akan meningkatkan kualitas pelayanan pengelolaan barang dan jasa pemerintah yang merupakan salah satu bentuk pelayanan publik. “Saya sangat berharap, melalui sosialisasi ini akan memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas layanan pengadaan barang dan jasa pemerintah di Kabupaten Sumbawa. Dengan dilaksanakannya sosialisasi program modernisasi pengadaan fase dua diharapkan akan dapat mendukung tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang dapat melaksanakan layanan pengadaan secara efisien, efektif, transparan serta dapat dipertanggungjawabkan”, ungkap Bupati Sumbawa.
Sebelumnya juga telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa tentang Pengembangan Unit Layanan Pengadaan Percontohan yang ditandatangani oleh Bupati Sumbawa.

ppid.sumbawakab.go.id

Senin, 09 Mei 2016

BUPATI SUMBAWA : “SENSUS BERINTEGRITAS AKAN MENGHASILKAN DATA YANG BERKUALITAS”

Sensus Ekonomi 2016 saat ini sedang berlangsung di seluruh wilayah Indonesia. Tak terkecuali di Kabupaten Sumbawa.  Sensus Ekonomi 2016 dilaksanakan untuk mendapatkan informasi gambaran utuh perekonomian, sebagai landasan penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan nasional, regional maupun daerah. Pendataan seluruh sektor usaha secara menyeluruh (selain sektor pertanian) akan mampu menghasilkan gambaran lengkap tentang level dan struktur ekonomi non-pertanian, berikut informasi dasar dan karakteristiknya. Selain itu juga akan diketahui daya saing bisnis di Indonesia, serta penyediaan kebutuhan informasi usaha. Setelah sebelumnya petugas BPS Sumbawa menyensus Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, hari ini Senin (9/05) bertempat di Pendopo Bupati, Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, BSc didampingi Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril menerima kunjungan Kepala BPS Kabupaten Sumbawa dan tim sensus ekonomi 2016. Kali ini H. Husni Djibril dan Ibu memperoleh giliran untuk disensus oleh petugas. Baik H. Husni Djibril maupun Hj. Amin Rahmani memberikan keterangan sebenar-benarnya atas pertanyaan yang diajukan petugas sensus.
Pada kesempatan tersebut,  Bupati Sumbawa menghimbau kepada Petugas Sensus untuk melaksanakan tugas pengumpulan data dengan professional berintegritas dan tidak hanya melakukan pencacahan hanya mengejar target kegiatan. “Petugas Sensus agar lebih inovatif dan kreatif sehingga masyarakat yang menjadi obyek sensus akan dengan senang hati memberikan keterangan yang sejujur-jujurnya” demikian himbau Bupati Sumbawa.  Mengingat pentingnya data hasil Sensus Ekonomi 2016 yang akan digunakan sebagai referensi perencanaan pembangunan daerah, memperoleh gambaran level perekonomian daerah maupun tingkat daya saing daerah, Bupati Sumbawa juga menghimbau agar masyarakat juga dapat turut menyukseskan Sensus Ekonomi 2016 khususnya di Kabupaten Sumbawa dengan memberikan data yang sebenar-benarnya kepada petugas yang telah ditunjuk. “Pelaksanaan sensus yang berintegritas dan jujur akan melahirkan data yang akurat dan berkualitas”, demikian disampaikan oleh H. Husni.

Ditempat yang sama Kepala BPS Sumbawa Saphoan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Sumbawa atas dukungan Pemerintah Daerah dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2016 di Kabupaten Sumbawa, sekaligus akan menjadikan arahan Bupati Sumbawa sebagai salah satu prinsip dalam melaksanakan pencacahan ekonomi di Kabupaten Sumbawa.

ppid.sumbawakab.go.id







Kamis, 05 Mei 2016

AJANG PROMOSI DAN KOMPETISI, PERTANIAN SUMBAWA IKUTI AGRO EXPO 16TH INDONESIA 2016

Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta, kembali diselenggarakan Agro Expo Indonesia ke-16 Tahun 2016. Expo ini diharapkan dapat menjadi sarana membangun jaringan usaha bagi industri berbasis Agro dan pengolahaan makanan baik di Indonesia maupun Internasional. Pameran ini akan diikuti oleh 200 peserta lokal dan internasional dnegan menampilkan produk-produk dan teknologi terbaru di bidang pertanian dan industri makanan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumbawa untuk ke-14 kalinya mengikuti ajang ini. Berbagai produk pertanian, maupun hasil olahan pertanian dipertontonkan di arena ini. Ir. Talifuddin, M.Si Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Sumbawa merasakan banyak manfaat yang dirasakan dengan mengikuti Expo ini. Selain juga mengembangkan serta menyebarluaskan tentang potensi pertanian Kabupaten Sumbawa secara luas, juga mengimput berbagai informasi teknologi yang dapat dijadikan menambah daya dukung bagi peningkatan produksi pertanian Kabupaten Sumbawa. Misalnya saja kunjungan dari PT. Ajidharma Corporindo yang menawarkan produk multivitamin tumbuhan yang juga berkeinginan melakukan uji coba di Kabupaten Sumbawa, selain yang pernah dilaksanakan dibeberapa Kabupaten lainnya seperti Kabupaten Subang Jawa Barat. Sejak dibuka hari ini telah dikunjungi oleh ratusan penunjung. Beberapa pengunjung dari kementerian antara lain Dijen Perkebunan Kementerian Pertanian, kasubdit Pemasaran dan Investasi Ditjen PPNTP Kementerian Pertanian, pejabat Kementerian Luar Negeri dan beberapa pejabat daerah lainnya. 
Kunjungan Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa L. Budi Suryata, SP, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat M. Nasir, ST dan lainnya menambah semangat para anggota tim untuk lebih aktif mempromosikan pertanian Kabupaten Sumbawa. Pada kesempatan tersebut Bupati Sumbawa meyarankan untuk berbagai expo seperti ini agar memperhatikan "kemasan" dari sebuah produk. Kemasan yang lebih menarik akan menambah ketertarikan pelanggan untuk membeli. Namun juga mutu dari produk tetap jadi hal yang utama untuk dijaga. Demikian araha Bupati Sumbawa saat mengunjungi Stand Kabaten Sumbawa pada Agro Expo 16th Indonesia 2016 kali ini.










KABUPATEN SUMBAWA IKUTI AITIS 2016

Apkasi International Trade and Invesment Summit (AITIS) 2016 kembali digelar. Ajang yang diselenggarakan oleh Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini bertujuan sebagai wahana strategi bagi institusi pemerintah dan pelaku usaha yang ingin menyosialisasikan berbagai kebijakan dan mempromosikan produk dari potensi daerah masing-masing, membangun jaringan antar daerah serta lebih memberikan warna bagi sinergi antar stakholder dalam meningkatkan kemandirian daerah. Kabupaten Sumbawa kembali mengikuti ajang promosi. Untuk ke-4 kalinya Badan Penanaman Modal dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa mengkoordinir instansi terkait untuk bersama-sama mepromosikan potensi daerah dan kreatifitas masyarakat. AITIS yang akan diselanggarakan dari tanggal 5-8 Mei 2016 akan dimanfaatkan oleh anggota tim guna membangun jaringan, memperluas wawasan serta akan mampu menjadi referensi bagi peningkatan inovasi kinerja di daerah.'
Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc bersama Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa L. Budi Suryata, S.P dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Barat M. Nasir, ST mengunjungi stand AITIS Kabupaten Sumbawa yang disambut langsung oleh Kepala BPM-LH Ir. Dirmawan, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ir. H. Junaidi, M.Si dan Tim AITIS Kabupaten Sumbawa. M. Hazairin, S.Hut dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumbawa langsung memperlihatkan visualisasi potensi unggulan Kabupaten Sumbawa melalui media televisi layar sentuh yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung. Selain itu juga disediakan buku-buku potensi Kabupaten Sumbawa di berbagai sektor serta dokumen yang dikemas dalam bentuk CD untuk dibagikan kepada pengunjung. 
Bupati Sumbawa memberikan apresiasi kepada Tim AITIS Kabupaten Sumbawa serta memberikan masukan dan arahan untuk peningkatan inovasi dimasa-masa yang akan datang. "Penting untuk ditingkatkan inovasi penyajian potensi Sumbawa, dimasa yang akan datang", demikian arahan Bupati Husni. 
Beberapa kali mengikuti kegiatan AITIS ini, menghasilkan kerjasama serta perluasan jaringan promosi yang lebih luas di seluruh Indonesia. Tahun lalu Bawang Merah Sumbawa diuji coba pengembangannya di Kalimantan Barat dan di Sumatera Utama. Kegiatan AITIS tahun ini juga telah menghasilkan permintaan yang meningkat akan menyediaan Susu Kuda Liar sebagai minuman alami yang sehat sekaligus sebagai obat dari berbagai penyakit. Kota Bandung dan Kota Jambi sedang menjajaki kemungkinan untuk mendatangkan Susu Kuda Liar dari Kabupaten Sumbawa dalam jumlah besar. 






Siaran Pers Humas