Tampilkan postingan dengan label Sosial Kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Kemasyarakatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2016

HKSN dan HDI 2016 Wahana Mengembangkan Semangat Kebangsaan Dan Kesetiakawanan Sosial

Peringatan Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan pada 20 Desember setiap tahunnya merupakan ungkapan rasa syukur dan hormat atas keberhasilan seluruh masyarakat Indonesia dalam menghadapi ancaman bangsa lain yang ingin menjajah bangsa kita. Peringatan HKSN merupakan upaya untuk mengenang, menghayati dan melakukan aksi dengan semangat persatuan, kesatuan, kegotong royongan, dan kekeluargaan rakyat Indonesia yang bahu membahu mengatasi permasalahan dalam mempertahankan kedaulatan bangsa atas pendudukan kota jokjakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia oleh Tentara Belanda pada tahun 1948.
 
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
memberikan Sambutan pada peringatan HDI dan HKSN
2016 di Kabupaten Sumbawa
Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional,(HKSN) 2016 yang dirangkaikan dengan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2016, Senin (19/12) yang dilaksanakan di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa berlangsung meriah dan mengesankan. Peringatan HKSN dan HDI tersebut tersebut dimeriahkan dengan berbagai atraksi kesenian yang ditampilkan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Sumbawa.

Dalam laporannya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Tri Karyati S.Sos mengatakan bahwa Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang disabilitas dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak dan kesejahteraannya. Hal tersebut erat kaitannya dengan hari kesetiakawanan social. Diharapkan nilai kesetiakawanan sosial akan mampu menjadi daya ungkit untuk mempercepat pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional Tahun 2016 diisi dengan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa antara lain donor darah, penyaluran bantuan kepada lansia dan penyandang disabilitas berupa jaminan hidup, penyaluran bantuan sembako serta penyaluran alat keterampilan.
 
Wakil Bupati Sumbawa bersama penyandang
disabilitas
Sementara itu, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah dalam sambutannya menyampaikan peringatan Hari Kesetikawanan Sosial Nasional (HKSN) yang diselenggarakan pada 20 Desember setiap diharapkan dapat menjadi alat pengungkit untuk menggerakkan kembali nilai-nilai kesetiakawanan sosial yang ada di masyarakat yang dilaksanakan di tingkat pusat, propinsi dan kabupaten/kota. ‘’Kesetiakawan sosial merupakan nilai sikap dan prilaku sosial yang mengatur hubungan sosial antara warga satu dengan warga lainnya, dengan menumbuhkan sikap dan tindakan saling perduli dan berbagi yang dilandasi oleh kerelaan, kesetiaan, kebersamaan toleransi dan kesataraan guna meningkatkan harkat martabat dan harga diri setiap warga Negara Indonesia,’’ tutur H. Mahmud Abdullah.

Sementara peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap 3 Desember, harus terus dilakukan. Untuk tahun ini mengangkat tema yaitu “Membangun Masyarakat Ingklusif Adil, Berkesinambungan Bagi Penyandang Disabilitas untuk Indonesia yang Lebih Baik”. Diharapkan dengan peringatan HDI ini, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dapat berjalan dengan baik, disamping adanya peningkatan pemahaman kepedulian dan keberpihakan negara dan seluruh komponen masyarakat terhadap penyandang disabilitas. Diharapkan pula dapat menciptakan akses pemberdayaan bagi para penyandang disabilitas sehingga terwujud masyarakat yang ingklusif dalam asfek kehidupan. ‘’Marilah kita terus membangun daerah ini dengan semangat kesetiakawanan sosial dan menjadikan penyandang disabilitas sebagai bagian dari masyarakat Sumbawa yang perlu dilindungi hak-haknya,’’ ujar Wabup.
 
Wabup Sumbawa dan Ketua TP. PKK Kabupaten Sumbawa
foto bersama penyandang disabilitas

Turut hadir memperingati HKSN dan HDI 2016 antara lain Ketua TP. PKK Kabupaten Sumbawa, para pimpinan SKPD, Camat, tokoh masyarakat dan penyandang disabilitas. “Kerja Nyata Mewujudkan Kesetiakawanan Sosial untuk Sumbawa Hebat dan Bermartabat, untuk Indonesia Sejahtera”

Jumat, 16 Desember 2016

Bupati Sumbawa Buka Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa

Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) 2016 kembali digelar, agenda adat Tana Samawa yang digelar tiap 5 (lima) tahunan ini diselenggarakan sebagai forum konsolidasi organisasi dan pertemuan para tokoh adat, budaya dan agama Tau Samawa untuk memperkuat kembali ukhuwah serta memusyawarahkan berbagai aspek yang berkaitan dengan budaya, tradisi, kebudayaan, tatanan kehidupan Tau Samawa kini dan dimasa yang akan datang dalam lingkup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sambutan Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril sekaligus
membuka Mudzakara Rea LATS 2016 secara resmi.
Bupati Sumbawa didampingi Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril turut hadir pada malam pembukaan Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa yang diselenggarakan di Istana Dalam Loka Sumbawa Besar. Bertempat di aula Lunyuk Agung, Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc dihadapan Sultan Sumbawa Dewa Masmawa Sultan Muhammad Kaharuddin IV dan seluruh peserta mudzakara menyampaikan sambutan selaku pemerintah sekaligus membuka acara Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa 1438 H / 2016 M.
Dalam sambutannya Bupati Husni menyatakan bahwa sebagai penyelenggara otonomi daerah, kami mempunyai kewajiban melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional, keutuhan negara kesatuan republik indonesia, serta melestarikan nilai sosial budaya. Untuk itu, selaku Kepala Daerah kami mempunyai tugas dan kewajiban untuk mengupayakan pengembangan dan pelestarian sosial budaya di Tana Samawa ini. Upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi adat budaya di tana samawa merupakan bagian dari langkah untuk memelihara ketahanan budaya bangsa sebagai pilar dari ketahanan nasional. seiring dengan semangat tersebut Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) memiliki potensi besar untuk berperanserta dalam pengembangan dan pelestarian adat budaya di Tana Samawa baik sebagai potensi pembangunan kepariwisataan secara umum.
Bupati Sumbawa bersama ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril
didampingi Kadisporabudpar Sumbawa H. Junaidi memasuki
Aula Lunyuk Agung
Bupati Sumbawa menyampaikan apresiasi atas diselenggarakannya Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa.  “Sebagai pimpinan daerah, saya menyambut baik dengan segala takzim atas terselenggaranya mudzakara rea ini. Kami yakin, mudzakara ini bukan hanya sekedar media diskusi dan argumentasi, tapi melalui mudzakara ini diharapkan mampu mengembangkan sebuah lembaga adat yang kompeten, adaptable, dan mempunyai semangat baru untuk melangkah lebih akseleratif kolaburatif dalam mewujudkan berbagai program kerja organisasi sekaligus sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam memacu pembangunan lima tahun ke depan” demikian disampaikan Bupati Sumbawa.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya

Selanjutnya Haji Husni menyampaikan bahwa beberapa waktu yang lalu, Kabupaten Sumbawa telah memproyeksikan diri sebagai bagian keanggotaan Jaringan Kota Pusaka Indonesia yang dibina oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan RI. Insyaallah dengan dukungan dan doa kita bersama, pada bulan April 2017 mendatang rencananya kabupaten sumbawa akan di deklarasikan sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia di Bali. “Menyongsong dideklarasikannya Kabupaten Sumbawa sebagai anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia ini, tentu kita harus mulai berbenah diri. menggali histori tradisi, menggali cagar budaya dan cagar alam dengan segala sejarahnya, melestarikan bahkan mengembangkannya harus kita laksanakan secara terpadu dan berkesinambungan” demikian Bupati Sumbawa seraya berharap sinergi dan dukungan dari Lembaga Adat Tana Samawa untuk seiring sejalan membangun masyarakat, budaya, tradisi guna mewujudkan masyarakat Sumbawa yang Hebat dan Bermartabat.
Bupati Sumbawa bersama Kurator Kemenpar / Budayawan
Nusantara Taufiq Rahzein

Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Sumbawa, Budayawan Nusantara asal Sumbawa Taufiq Rahzen, para sesepuh adat dari Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat, para pengurus LATS Kecamatan, para pimpinan SKPD, Camat, serta perwakilan dari Ikatan Keluarga Samawa dari berbagai kota di Indonesia. Rencananya Mudzakara Rea ini akan berlangsung sampai tanggal 18 Desember 2016. Pembukaan Mudzakara Rea Lembaga Adat Tana Samawa ditutup dengan sajian atraksi Tarian dari Kabupaten Sumbawa Barat dan persembahan Sakeco dari Kabupaten Sumbawa (humas)

Kamis, 15 Desember 2016

Festival Rantok 1001 Deneng, Tradisi Agraris Masyarakat Sumbawa

Rantok dan Deneng merupakan simbul masyarakat agraris, sehingga fungsinyapun dijadikan sebagai pertanda untuk mengumpulkan masyarakat pedesaan, dan dijadikan simbul kosmos ketika terjadi gerhana bulan, tabuhan rantok bertalu-lalu adalah pesan untuk menghormati alam dan lingkungan, rantok dibuat dari kayu dan deneng di buat dengan bambu, kayu dan bambu harus dilestarikan secara berkesinambungan, sebagai pemenuhan kebutuhan kebudayaan dan tradisi masyarakat sumbawa secara keseluruhan.
Pemukulan "Rantok" dengan "deneng" oleh Sekda Sumbawa
dan Wakil Ketua DPRD Sumbawa menandai Festival Rantok 1001 Deneng
Masyarakat Kecamatan Maronge sebagai bagian dari masyarakat agraris Sumbawa menyelenggarakan Festival Rantok 1001 Deneng yang dihajadkan bukan hanya sebagai sebuah tradisi namun juga sebagai peringatan dan kesyukuran hari ulang tahun terbentuknya Kecamatan Maronge. Festival rakyat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs. H. Rasyidi mewakili Bupati Sumbawa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa H. Ilham Mustami, S.Ag, Kepala Disporabudpar Sumbawa Ir. H. Junaidi, M.Si, Camat Maronge Lukmanuddin, S,Sos serta pejabat pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan pemangku adat di Kecamatan Maronge dan sekitarnya, Kamis (15/12)
Sambutan tertulis Bupati Sumbawa dibacakan oleh
Sekda Kab. Sumbawa Drs. H. Rasyidi
Dalam sambutan tertulis Bupati Sumbawa yang dibacakan Sekda Sumbawa Drs. H. Rasyidi menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat Maronge atas terselenggaranya Festival 1001 Rantok-Deneng sebagai upaya mempererat semangat kebersamaan dan kekompakan dalam masyarakat yang nantinya akan menunjang suksesnya program pembangunan dalam berbagai bidang di Kabupaten Sumbawa khususnya di Kecamatan Maronge.
“Kegiatan Festival Rantok 1001 Deneng sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam mempertahankan tradisi budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi. Kita menyadari betapa pentingnya memelihara nilai-nilai luhur budaya kita dalam rangka memperkokoh jati diri kita sebagai Tau Samawa bagian dari masyarakat Nusantara” demikian disampaikan oleh Sekda.

Selanjutnya Sekda Rasyidi mengatakan bahwa visi pembangunan lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan sumbawa yang hebat dan bermartabat, maka kultur sosial budaya masyarakat kita harus terus dipelihara dimana hal tersebut akan sangat mendukung pelaksanaan pembangunan daerah melalui pendekatan kearifan lokal. 
Karena kata hebat dan bermartabat sangat dekat sekali dengan kultur atau budaya, manusia yang hebat dan bermartabat adalah manusia yang memiliki kompetensi yang baik dan berkarakter. Karakter itu ada, kalau kita punya jati diri, dengan kata lain berbudaya. 
“Untuk itu, Saya berharap penyelenggaraan event ini bisa benar-benar menjadi milik masyarakat sehingga timbul kecintaan terhadap seni dan budaya Samawa, dan pada akhirnya memberi dampak positif bagi peningkatan karakter masyarakat Sumbawa yang akan mendukung pembangunan daerah, bangsa dan Negara tercinta ini” demikian Sekda H. Rasyidi. 

Pemukuan Rantok dengan 1001 Deneng oleh masyarakat
Maronge secara bersama-sama membetuk alunan khas


Penyelenggaraan Festival Rantok  1001 Deneng ditandai dengan pemukulan rantok dengan deneng oleh Sekda Sumbawa, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa, pengurus LATS Sumbawa, Camat Maronge yang diikuti oleh seluruh peserta dan masyarakat yang hadir sehingga menghasilkan alunan suara rantok yang khas.(humas)

Maulid Nabi Muhammad 1438 H, Wahana Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah

Momentum memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang kita yang selalu dilaksanakan tiap tahun kalender hijriah adalah sebuah wahana peningkatan iman dan taqwa kepada Allah SWT yang dapat memberi kekuatan untuk merenungkan kembali nilai-nilai kehidupan yang dicontohkan oleh Rasulullah Nabi Muhammad SAW yaitu meneladani sikap, perilaku dan budi pekerti beliau yang penuh keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang harus kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 
Sambutan Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril
Sepanjang bulan Maulid, di seluruh pelosok Kabupaten Sumbawa masyarakat menyelenggarakan mauled nabi yang dikenal dengan “Munit Adat”. Sebuah tradisi masyarakat Sumbawa guna memaknai kelahiran insan kamil Rasullah Muhammad SAW yang telah mengajarkan Iman, Islam dan Ikhsan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sepanjang masa. Selain sebagai tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW juga sebagai rasa syukur atas hasil dari ikhtiar bercocok tanam. Untuk itulah Munit Adat selalu diwarnai dengan sedekah yang bernuansa hasil bumi berupa bako, male dan semacamnya.
Bertepatan dengan tanggal 15 Bulan Rabiul’awwal 1438 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan Maulid Nabi Besar  Muhammad SAW yang diselenggarakan di Mesjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar, Kamis (15/12). Masyarakat kota Sumbawa Besar berbaur dengan Bupati Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, FKPD serta seluruh jajaran SKPD Kabupaten Sumbawa. Maulid Nabi yang diawali dengan pambacaan kalam ilahi oleh M. Ramdhani Hadi Akbar, dilanjutkan oleh hikmah maulid yang disampaikan oleh Ust. Abdul Halim Lubis, S.Ag berlangsung dengan penuh kehikmatan.
Pembacaan kalam Ilahi oleh M. Ramdhani Hadi Akbar
Bupati Sumbawa H.M.Husni Djibril dalam sambutannya menyampaikan bahwa nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah SAW tidak eksklusif,  melainkan inklusif. Hal ini nampak dari cara rasulullah memanusiakan manusia.  Rasulullah mengajarkan perbedaan agama tidak menghalanginya untuk menghargai manusia lainnya sesuai dengan porsinya.
Untuk itu, saya mengajak kepada kita sekalian mari kita jadikan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW ini sebagai acuan untuk lebih menggerakkan revolusi mental, agar agenda-agenda pembangunan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dan segala amal shalih yang kita laksanakan, benar-benar membawa perubahan yang nyata dalam kehidupan kita, dan masyarakat menuju Kabupaten Sumbawa yang Hebat Dan Bermartabat” demikian disampaikan Bupati Husni dalam sambutannya.
Hikmah Maulid Nabi oleh Ust. Abdul Hallim Lubis, S.Ag
Kepada semua jamaah Maulid, Bupati Sumbawa mengingatkan agar mewaspadai berita-berita yang beredar di media sosial, untuk tidak gampang percaya dan terprovokasi oleh berita yang belum tentu kebenarannya. Sehingga kita semua akan terhindar dari perpecahan dan syak wasangka dalam masyarakat.
“Mari kita perkuat ukhuwah islamiah persaudaraan sesama ummat muslim, ukhuwah wathoniah persaudaraan sebagai sesama ummat manusia dalam bingkai kebangsaan dan kebhinnekaan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta. mari kita jadikan ajaran Rasulullah SAW sebagai rahmatan lil’alamin bermanfaat bagi kita pribadi, keluarga, masyarakat sekitarnya, bangsa dan Negara” demikian Bupati Sumbawa.


Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. H. Salim Husein.(humas)

Jumat, 09 Desember 2016

PENANAMAN POHON TANDAI RANGKAIAN KEGIATAN HARI IBU KE-88 TAHUN 2016 DI KABUPATEN SUMBAWA

Keberadaan ibu dan perempuan sangatlah special dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Setiap tahun hari ibu diperingati dengan berbagai acara yang meriah. Memulai rangkaian kegiatan peringatan hari Ibu ke-88 Tahun 2016 di Kabupaten Sumbawa ditandai dengan pelaksanaan penanaman pohon yang dipusatkan di kawasan wisata kuliner ikan Pantai Gowa, Jum’at (9/12).
Sambutan Ketua TP. PKK Kab. Sumbawa selaku
Sesepuh GOW Kabupaten Sumbawa

Acara Penanaman Pohon yang dilanjutkan dengan Gotong Royong dan Senam Bersama dibuka secara resmi oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Sumbawa yang sekaligus sebagai Sesepuh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril. Dalam sambutannya Hj. Amin Rahmani mengatakan bahwa gerakan penanaman pohon sangatlah penting bagi kehidupan. Untuk itu melalui peringatan Hari Ibu ke-88, Hj. Amin Rahmani mengajak semua pihak untuk memanfaatkan setiap jengkal tanah atau lahan dengan menanam pohon, apapun jenisnya. Kepedulian kita terhadap lingkungan sangat diharapkan, karena kelestarian lingkungan dan hutan pada umunya akan menjadi bagian dari tanggung jawab kita semua bagi generasi mendatang.

“Sebagai bentuk kepedulian kita para kaum ibu terhadap kelestarian lingkungan, maka hari ini kita bersama-sama menggelar aksi menanam pohon di sekitar Pantai Goa ini” demikian disambaikan Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril.
Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril secara simbolis
memulai Acara Penanaman Pohon dalam rangka
Hari Ibu ke-88 Tahun 2016


Turut hadir dan menyukseskan Acara Penanaman Pohon antara lain Ketua GOW kabupaten Sumbawa Ibu Sofia Noviantri Rayes Mahmud Abdullah diikuti oleh seluruh anggota organisasi wanita yang ada di Kabupaten Sumbawa. Selamat dan Sukses buat ibu-ibu yang hebat dan bermartabat. (humas)

Jumat, 14 Oktober 2016

MENDIKBUD RI BERKUNJUNG KE PONPES DEA MALELA

Sumbawa Besar-NTB (14/10), Mendikbud Prof. Muhadjir Effendy yang juga sebagai Ketua PP Muhammadiyah setelah sehari sebelumnya meresmikan Klinik “Surya Medika” PKU Muhammadiyah Sumbawa, pagi harinya berkesempatan mengunjungi Ponpes Modern Internasional Dea Lalela di Pamangong Kecamatan Lenangguar, Kamis (14/10). Kedatangan Mendikbud yang didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa H. Sudirman, S.Pd disambut oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela Prof. Din Syamsuddin beserta seluruh jajaran Pengurus Pondok Pesantren Modern Internasional Dea Malela, Camat Lenangguar, Kepala Desa Lenangguar diiringi Drumband Santri Dea Malela.

Sesaat sebelum bertatap muka dengan Santri Dea Malela, Mendikbud berkesempatan meninjau perencanaan pembangunan sarana dan prasarana Ponpes Dea Malela yang langsung dipresentasikan oleh Prof. Din Syamsuddin di lapangan. Mendikbud merasa kagum dengan perkembangan Ponpes yang digagas oleh Prof. Din Syamsuddin yang beberapa saat yang lalu juga telah dikunjungi oleh Prof. Muhadjir Effendy.
“Saya senang sekali berjumpa dengan para santriwan, dan merasa kagum dengan perkembangan Ponpes Dea Malela yang tadinya belum ada apa-apa, sekarang sudah bermunculan bangunan-bangunan megah. Saya yakin suatu saat akan menjadi destinasi pusat seluruh orang tua untuk menitipkan anaknya, mengenyam pendidikan bertaraf internasional”, demikian disampaikan Prof. Muhadjir Effendy membuka sambutannya.
Menteri Muhadjir menasehati para Santriwan untuk rajin belajar sungguh-sungguh dan membangun mimpi sesuai lagu mars Dea Malela. “Belajar keras, belajar keras sebagaimana semboyan Man Jadda Wa Jadda. Saya doakan cita-cita semua anak-anakku para santri terwujud”, demikian pesan pak Menteri.

Kepada para Pengasuh, Mendikbud juga berpesan agar anak-anak diberikan kesempatan berkembang berkembang sesuai dengan yang di bawa dan dia miliki yang apa yang diinginkan. “Jangan terlalu diseragamkan. Berilah kesempatan dia untuk tumbuh dengan sendirinya. Orang yang berhasil adalah orang yang mampu mengoptimalkan potensi yang ada di dalam dirinya. Hebat bukan hanya karena guru saja, namun karena dia memiliki kemampuan yang terpelihara dengan baik dan diarahkan dengan sungguh-sungguh, dan itu guru mengambil bagian”, pesan Prof. Muhadjir kepada para Pengasuh.
Prof. Muhadjir memuji sosok Prof. Din Syamsuddin yang dapat dijadikan role model bagi Ponpes Modern Internasional Dea Malela. “Kalau anak-anak tidak pintar jadi mubaligh, jangan dipaksakan. Kalau pintar nyanyi, biarkan saja jadi penyanyi santri, mungkin ada yang tidak pintar bhs inggis tapi pintar sepak bola, biarlah dia menjadi pesepakbola yang hebat. Pendidiikan karakter itu di sekolah akan dikembangkan Kemdikbud, maunya apa diberi kesempatan pada setiap siswa. Biarlah mereka menunjukkan keahlian masing-masing. Talenta harus dipelihara, pada suatu saat akan digunakan. Jadi biarkan anak-anak berkembang sesuai talentanya. Sekali lagi jadikan Prof Din jadi rujukan. Demikian Mendikbud menutup sambutannya.


Kunjungan Mendikbud di Ponpes Modern Internasional Dea Malela diakhiri dengan foto bersama dengan para santri, Pengasuh, Pengurus, Camat, dan para tokoh masyarakat di Pamangong.

Jumat, 02 September 2016

WAKIL BUPATI SUMBAWA BUKA DIKLAT IMAM / KHATIB

BERTEMPAT DI MESJID AGUNG NURUL HUDA SUMBAWA BESAR, JUM’AT (02/09) WAKIL BUPATI SUMBAWA DRS. H. MAHMUD ABDULLAH MEMBUKA SECARA RESMI DIKLAT IMAM/KHATIB YANG DISELENGGARAKAN OLEH DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH PROVINSI DKI JAKARTA YANG BERSAMA DENGAN FORUM KERJASAMA PONDOK PESANTREN SUMBAWA YANG DIIKUTI OLEH IMAM DAN KHATIB SE-KABUPATEN SUMBAWA.

DALAM SAMBUTAN SINGKATNYA WAKIL BUPATI SUMBAWA MENYAMPAIKAN TERIMA KASIH KEPADA DEWAN DA’WAH ISLAMIYAH PROVINSI DKI JAKARTA YANG BERSAMA DENGAN FORUM KERJASAMA PONDOK PESANTREN SUMBAWA DALAM MENYELENGGARAKAN DIKLAT BAGI IMAM/KHATIB SE-KABUPATEN SUMBAWA. “SAYA BERHARAP DIKLAT INI DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS DAN KAPASITAS PARA IMAM/KHATIB DI KABUPATEN SUMBAWA DALAM MENYAMPAIKAN SYIAR ISLAM SESUAI DENGAN TANTANGAN DAN KONDISI YANG DIHADAPI UMAT ISLAM SAAT INI”, UNGKAP WAKIL BUPATI.

WAKIL BUPATI MAHMUD ABDULLAH BERHARAP DENGAN ADANYA DIKLAT KHOTIB INI JUGA DAPAT MENCETAK KADER-KADER YANG AKAN MEMENUHI TENAGA IMAM/KHOTIB YANG BERKUALITAS, ISTIQOMAH SERTA AMANAH SEHINGGA IMAM DAN KHATIB YANG MENGIKUTI KEGIATAN DIKLAT NANTINYA DAPAT BERPERAN BAGI PEMBANGUNAN UMMAT DI KABUPATEN SUMBAWA MELALUI MEDIA MASJID YANG DAPAT DIJADIKAN TEMPAT BAGI GERAKAN DAKWAH, SEBAGAI PUSAT KEGIATAN PEMBINAAN AQIDAH, IBADAH, AKHLAK, UKHUWAH, KEILMUAN, KETRAMPILAN DAN KESEJAHTERAAN UMAT SEBAGAIMANA YANG MENJADI LANDASAN KULTUR BUDAYA TAU SAMAWA YAITU ADAT BARENTI KO SARA, SARA BARENTI KO KITABULLAH.


Rabu, 31 Agustus 2016

DHARMA WANITA PERSATUAN (DWP) KABUPATEN SUMBAWA GELAR SOSIALISASI DAN PELATIHAN BUDAYA ADAT SAMAWA

Guna mendukung Pemerintah Daerah dalam pelestarian dan pengembangan seni serta adat istiadat budaya Samawa, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa menggelar sosialisasi dan pelatihan budaya adat Samawa. Kegiatan ini berlangsung di Wisma Daerah Sumbawa pada Rabu (31/8/2016).
(dari kiri ke kanan)
Ketua GOW Sumbawa, Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa,
Ketua DWP Kabupaten Sumbawa, Kepala Bidang Kebudayaan
Disporabudpar Kabupaten Sumbawa


Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Jaenab Thalifuddin menyampaikan, kegiatan ini diikuti sebanyak 160 peserta, yang terdiri dari pengurus DWP Kab. Sumbawa, Anggota DWP Unit kerja, DWP Kecamatan, serta dari organisasi wanita yang tergabung dalam GOW. Yang menjadi narasumber pada sosialisasi dan pelatihan tersebut yakni H. Hasanuddin, S.Pd dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sumbawa yang juga merupakan pakar seni dan budaya Samawa. ‘’Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung Pemerintah Daerah dalam pelestarian dan pengembangan seni serta adat istiadat budaya Samawa,’’ katanya.
Ibu Hj. Amin Rahmani Husni Djibril selaku Penasehat
DWP Kabupaten Sumbawa memberikan sambutan
sekaligus membuka Acara Sosialisasi

Ditempat yang sama, Penasehat DWP Kab. Sumbawa Hj. Amien Rahmani Husni Djibril menyampaikan, kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Karena kebudayaan mengandung keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain sebagainya. Selanjutnya disampaikan pula oleh Hj. Amin Rahmani adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah. Salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa. Hal tersebut tidak lepas dari hegemoni negara-negara maju dalam menguasai perkembangan ilmu pengertahuan dan teknologi, sehingga mereka dapat menggerakkan komunikasi internasional yang didasarkan dari nilai-nilai barat yang dimilikinya. ‘’Tantangan bagi kita kaum perempuan dimana dalam kultur kita bahwa perempuan adalah lambang kehormatan dan kemuliaan, seorang perempuan tidak hanya menjadi hiasan dalam bentuk fisik saja tapi kepribadiannya sebagai perempuan yang sesuai dengan norma-norma yang berlaku. tentu hal tersebut harus kita pegang teguh tidak terpengaruh dengan faham globalisasi yang liberal’’ tuturnya.
           
Peserta Sosialisasi dan Pelatihan Budaya Adat Samawa
Menurutnya, perlu disadari bahwa dalam perannya kaum perempuan memiliki keunikan tersendiri dalam kebudayaan yakni, berkenaan dengan peranan perempuan dalam proses pembentukan dan pewarisan budaya. Dimana peranan ini sangat penting dalam melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang ada dalam masyarakat, khususnya yang diwariskan kepada para generasi muda. ‘’Sehubungan dengan itu, saya menyampaikan apresiasi terhadap Ketua dan segenap pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sumbawa yang telah menginisiasi kegiatan sosialisasi dan pelatihan budaya adat Samawa. Dengan harapan agar kita semua mengenal dengan baik adat istiadat Tana Samawa, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat, kita dapat mendukung Pemerintah Daerah dalam pelestarian dan pengembangan seni serta adat istiadat budaya Samawa,’’ pungkasnya.




ppid.sumbawakab.go.id

Selasa, 30 Agustus 2016

SELAMAT JALAN JAMA'AH CALON HAJI KABUPATEN SUMBAWA 1437 H / 2016 M.

Bertempat di pelataran barat Wisma Daerah Kabupaten Sumbawa, sebanyak 332 Jama'ah Calon Haji Kabupaten Sumbawa dilepas keberangkatannya oleh Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril, B.Sc didampingi Hj. Amin Rahmani Husni Djibril.


Bersama Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK, Dandim Sumbawa Letkol Soemanto S.Sos, Kajari Sumbawa Paryono SH. MH, Ketua Komisi I DPRD Syamsul Fikri AR, S.Ag, M.Si, Asisten Pemerintahan Dr. H. M. Ikhsan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Muhammading, M.Si dan sejumlah pejabat daerah lainnya turut melepas keberangkatan jama’ah calon haji Kabupaten Sumbawa 1437 H.

Dalam sambutan pelepasan pemberangkatan Bupati Sumbawa menyampaikan pesan agar menjaga kekompakan sesama Jama’ah Calon Haji asal Kabupaten Sumbawa yang tergabung dalam Kloter 07, menjaga selalu kesehatan dan memperhatikan pola makan serta selalu khusuk dalam beribadah haji. Pada kesempatan yang penuh berkah ini, sekaligus Bupati Husni Djibril menitipkan harapan agar jama'ah calon haji Kabupaten Sumbawa juga mendoakan semoga Kabupaten Sumbawa selalu aman, damai, tentram dan sejahtera dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT sebagai Kabupaten yang Hebat dan Bermartabat.
 

332 jama'ah calon haji Kabupaten Sumbawa diberangkatkan dari Wisma Daerah menuju ke embarkasi Lombok dengan 24 (dua) puluh empat armada Travel Mini Bus. Selamat jalan jamaah calon haji Kabupaten Sumbawa, semoga menjadi haji yang mabrur. Amin


Minggu, 31 Juli 2016

Wabup Sumbawa hadiri Peresmian Pendidikan Pesantren Modern Internasional Dea Malela dan Pelantikan Santri

Sambutan sekaligus Ucapan Selamat dari pemerintah Daerah
oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
Setelah beberapa hari yang lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla berkunjung untuk meletakkan batu pertama pembangunan Mesjid Saidah dan Bale Dea Guru "Bait Kalla" di Kampus Olat Utuk Ponpes Modern Internasional Dea Malela, Pamangong Kecamatan Lenangguar Kabupaten Sumbawa, hari ini Ahad (31/07) Resmi akan dimulai Proses Pendidikan di Pesantren Modern Internasional Dea Malela dan Pelantikan Santri.
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah bersama jajaran FKPD Kabupaten Sumbawa, para pimpinan SKPD terkait dan tokoh masyarakat hadir untuk menyaksikan Peresmian Pendidikan di Pesantren Modern Internasional Dea Malela sekaligus Pelantikan Santri.
Peresmian Pendidikan oleh Dirjen Pendidikan Dasar
dan Menengah Kemendikbud RI
Bapak Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D
Peresmian Pendidikan dibuka secara resmi oleh Mendikbud RI yang diwakili oleh Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D, sedangkan Pelantikan Santri dilakukan langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dea Malela yang sekaligus sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Dea Malela Prof. M. Dien Syamsuddin. Sebanyak 48 Santri dilantik untuk memulai tahun ajaran baru diantaranya 2 santri dari Timor Leste dan 3 santri dari Kamboja.

Pelantikan Santri oleh Ketua YPKDM yang sekaligus
sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Dea Malela
 Prof. M. Dien Syamsuddin
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan sambutan ucapan selamat atas Peresmian Pendidikan di Pesantren Modern Internasional Dea Malela sekaligus Pelantikan Santri, yang berturut-turut diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa DR. A. Rahman Alamudy, SH, M.Si, Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad, SIK dan Dandim 1607 Sumbawa Letkol Armed Soemanto, S.Sos. 
Hadir pada acara tersebut antara lain Direktur Pembinaan SMP DR. Supriyono, M.Ed, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta Prof . DR. Syaiful Bahri, SH, MH, komposer nasional Dwiki Darmawan dan beberapa tokoh lainnya.
Penjelasan Pembangunan dan Pengembangan
Ponpes Modern Internasional Dea Malela
oleh Ketua YPKDM Prof. M. Dien Syamsuddin

Sambutan Dirjen Dikdasmen Kemendikbud
Bapak Hamid Muhammad, M.Sc, Ph.D

Foto Bersama 48 Santri Ponpes Modern Internasional Dea Malela
yang telah mempersembahkan Drama Kepahlawanan "Dea Malela"
dibawah arahan Ady Pranajaya

Paduan Suara 48 Santri Ponpes Modern Internasional Dea Malela


Senin, 25 Juli 2016

Galery : Penutupan MTQ ke-XXX Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016


Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
menyerahkan Piala, Piagam Pnghargaan dan Insentif Pembinaan
kepada salah satu Juara pada MTQ XXX Kab. Sumbawa 2016
(foto 1)

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur'an ke-XXX Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2016 yang dibuka oleh Bupati Sumbawa H. M. Husni Djibril tanggal 19 Juli 2016 bertempat di Arena yang sama yaitu di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar, ditutup secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
menyerahkan Piala, Piagam Pnghargaan dan Insentif Pembinaan
kepada salah satu Juara pada MTQ XXX Kab. Sumbawa 2016
(foto 2)

Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah
menyerahkan Piala, Piagam Pnghargaan dan Insentif Pembinaan
kepada salah satu Juara pada MTQ XXX Kab. Sumbawa 2016
(foto 3)

Wakil Bupati Sumbawa menyerahkan Piagam dan Insentif Pembinaan
kepada Camat Sumbawa mewakili Kafilah MTQ Kecamatan Sumbawa
yang keluar sebagai Juara Umum

Wakil Bupati Sumbawa menyerahkan Piala Juara Umum MTQ kepada
Camat Sumbawa

Foto bersama dengan para Juara MTQ XXX Kabupaten Sumbawa
Tahun 2016
Sambutan Wakil Bupati Sumbawa sekaligus menutup
seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-XXX Tingkat Kab. Sumbawa
Tahun 2016

Wakil Bupati Sumbawa bersama dengan FKPD dan Anggota DPRD Sumbawa

Ibu Wakil Bupati Sumbawa bersama tamu undangan

Senin, 27 Juni 2016

GOW SUMBAWA BAGIKAN 160 PAKET SEMBAKO KE MASYARAKAT

Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sumbawa melakukan pembagian sembilan barang pokok (Sembako) ke masyarakat di 8 Kelurahan Kecamatan Sumbawa dan sebagian wilayah di Kecamatan Unter Iwes.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin (27/6/2016). Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Sofia Noviantri Rayes Mahmud Abdullah bersama rombongan mengawali kunjungannya ke kantor Kelurahan Seketeng. Sebelum dilakukan pembagian sembako, terlebih dahulu masyarakat yang hadir diberikan pengarahan soal beberapa program kegiatan GOW Sumbawa. Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatannya ke kantor Kelurahan Pekat.
Selain itu, pengurus GOW juga berkunjung ke kantor Kelurahan Brang Bara dan Kelurahan Samapuin. Hal yang sama juga dilakukan di kedua kelurahan tersebut. Memberikan pengarahan dan membagikan sembako kepada masyarakat penerima bantuan.

Disetiap kunjungannya, Ketua GOW Kabupaten Sumbawa Sofia Noviantri Rayes Mahmud Abdullah menjelaskan, ini merupakan kegiatan bakti sosial (Baksos) berupa pembagian sembako kepada kaum duafa, anak yatim piatu, dan para lansia. Selain untuk menjalin silaturahim dengan masyarakat, kegiatan ini juga merupakan salah satu program kerja GOW dibidang lingkungan hidup dan kesejahteraan sosial. ‘’Semoga apa yang kami berikan ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat penerima. Kami mohon maaf kalau bantuan ini masih terbatas. Insya Allah dikemudian hari, kami harap bisa bertemu kembali dengan semua masyarakat penerima bantuan,’’ pungkasnya.
Dalam kegiatan bakti sosial ini, GOW membagikan sebanyak 160 paket sembako ke masyarakat, yang merupakan kerjasama GOW Kabupaten Sumbawa dengan PT Bank NTB cabang Sumbawa. Kegiatan ini dilakukan secara betahap. Dimana pada hari pertama ini ada sebanyak 4 kelurahan yang dikunjungi. Sementara besok dilanjutkan dengna mengunjungi kelurahan lainnya, seperti Kelurahan Bugis, Lempeh, Brang Biji  dan Uma Sima. Termasuk wilayah Kecamatan Unter Iwes.
ppid.sumbawakab.go.id

Senin, 20 Juni 2016

WAKIL BUPATI SUMBAWA DAN WAKALPOLRES SUMBAWA SAMPAIKAN SAMBUTAN RAMADHAN DI LENANGGUAR

Pamangong, Kabupaten Sumbawa (20/06). Dalam rangka menciptakan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, kunjungan Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah dalam lawatan Safari Ramadhan di Kecamatan Lenangguar dipandang sebagai upaya yang strategis. Bersama Tim II, Wakil Bupati Sumbawa buka bersama dan sholat masgrib berjama'ah di Kantor Camat Lenangguar.

Di Kecamatan Lenangguar, acara safari ramadhan dipusatkan di Mesjid Nurul Iman Dusun Pamangong Desa Lenangguar, dusun yang juga sebagai lokasi Ponpes Internasional "Dea Malela". Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya setelah melaksanakan Sholat Isya berjamaah menyampaikan bahwa kehadirannya bersama SKPD dalam rangka mendekatkan masyarakat dengan pemerintah. diharapkan masyarakat dapat langsung menyampaikan harapannya kepada pemerintah melalui SKPD terkait, sehingga akan terwujud sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna bersama-sama membangun Kabupaten Sumbawa. Wabup menghimbau agar masyarakat bersiap-siap dengan beberapa perubahan lingkungan, anata lain dengan kehadiran Ponpes Internasional Dea Malela, maka akan banyak dibutuhkan pasokan konsumsi ke Pondok Pesantren. Untuk itu SKPD terkait diinstruksikan oleh Wabup Sumbawa untuk memprogramkan kegiatan yang lebih intensif dan terencana di Kecamatan Lenangguar.

Pada kesempatan ini pula Wakil Bupati Sumbawa meminta Wakapolres Sumbawa untuk menyampaikan arahan terkait dengan tugas pokok kepolisian. Kompol Yuyan Priatmaja, SIK dalam sambutan singkatnya mengharap agar masyarakat Sumbawa khususnya di Kecamatan Lenangguar untuk mentaati hukum yang berlaku. baik hukum formal maupun hukun yang bersumber dari ajaran Al-Qur'an.
Turut bersama Wakil Bupati Sumbawa antara lain Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa H. Ilham Mustami, S.Ag, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Muhammading, M.Si. Di Mesjid Nurul Iman Dusun ini pula Wakil Bupati Sumbawa menyampaikan secara simbolis beberapa bantuan dan program kepada perwakilan penerima.